Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 September 2026 | 23.37 WIB

Energy Insights Forum Soroti Pertambangan Indonesia ke Depan, Dorong Efisiensi dan Adopsi Teknologi

Ilustrasi aktivitas pertambangan. (Antara) - Image

Ilustrasi aktivitas pertambangan. (Antara)

JawaPos.com - Pelaku industri pertambangan didorong untuk terus meningkatkan efisiensi modal dan mempercepat adopsi teknologi untuk menghadapi tekanan geopolitik, volatilitas biaya, serta tuntutan transformasi industri.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia  menilai investasi teknologi  perlu diarahkan kepada peningkatan produktivitas dan daya saing, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi.

Hal tersebut mengemuka dalam Energy Insights Forum bertajuk The Next Chapter of Indonesian Mining: Growth, AI, Capital, and Electrification yang digelar KADIN Indonesia Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Katadata di The Langham Hotel Jakarta, Rabu (9/9).

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang ESDM Aryo Djojohadikusumo mengatakan, dinamika geopolitik global turut memengaruhi anggaran, proyeksi keuangan, hingga ketahanan bisnis perusahaan pertambangan, terutama melalui perubahan harga dan ketersediaan bahan bakar.

“Banyak perusahaan pertambangan di ekosistem Kadin bertahan karena mereka sudah mengantisipasi masa depan. Apa yang sebelumnya hanya menjadi proyek percontohan, kini menjadi kebutuhan operasional,” ujar Aryo.

Menurutnya, inovasi menjadi salah satu kunci untuk membangun ketahanan bisnis pertambangan dalam menghadapi ketidakpastian jangka panjang. 

“Dari apa yang saya pelajari dari perusahaan-perusahaan tambang di Indonesia, tidak ada cara yang lebih baik untuk membangun ketahanan dan kekuatan jangka panjang selain dengan berinovasi,” kata Aryo.

Volatilitas harga bahan bakar dan komoditas membuat perusahaan pertambangan semakin selektif dalam menentukan belanja modal atau capital expenditure (capex).

Senada, Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan menilai transformasi industri pertambangan juga membutuhkan rencana eksekusi yang jelas, terutama dalam penerapan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan elektrifikasi.

“Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan keunggulan sumber daya. Kita harus bergeser dari resource advantage menuju intelligence advantage. AI menjadi salah satu cara untuk meningkatkan skala ekonomi, produktivitas, dan memperkuat daya saing industri,” ujar Dany.

Menurut Dany, penerapan AI perlu diarahkan kepada kebutuhan operasional dan tidak berhenti sebagai pengembangan teknologi.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore