
Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati sentimen dari tingkat global maupun domestik.
IHSG dibuka menguat 8,67 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.352,38. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,63 poin atau 0,26 persen ke posisi 632,49.
"Selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.320-6.330, peluang melanjutkan penguatan menuju 6.377 hingga 6.420 masih terbuka. Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut hingga menembus area uptrend dan 6.320, IHSG beresiko melanjutkan koreksi sehat untuk menguji area EMA50 sebelum kembali melanjutkan tren naik," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata, dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari mancanegara, sentimen pasar cenderung berhati-hati menjelang rilis data nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS) pada Jumat (7/8/2026) waktu AS, yang diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan The Fed.
"Data tenaga kerja itu diproyeksikan akan mempengaruhi pergerakan pasar obligasi dan ekspektasi suku bunga, terutama di tengah meningkatnya tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi," ujar Liza.
Sementara itu, ketegangan geopolitik meningkat setelah muncul laporan bahwa Iran tengah mengkaji pembatasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, serta menyerang sejumlah target di kawasan tersebut.
"Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global," ujar Liza.
Dari dalam negeri, pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk mendukung daya beli masyarakat, diantaranya mencakup bantuan sosial, insentif transportasi, dukungan sektor pariwisata, pelatihan tenaga kerja, serta menjaga harga BBM tetap stabil hingga akhir tahun.
Sementara itu, tax ratio Indonesia pada semester I-2026 meningkat menjadi 9,32 persen dari sebelumnya 8,42 persen pada periode yang sama tahun lalu, atau 10,44 persen jika memasukkan PNBP SDA.
"Meski menunjukkan perbaikan, sejumlah pengamat menilai target tax ratio APBN 2026 masih menantang karena potensi restitusi pajak yang belum dibayarkan dan pola penerimaan pajak yang bersifat musiman," ujar Liza.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
