
Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan Kamis (7/8), setelah ditutup menguat sebesar 0,50 persen ke level 6,351 pada perdagangan Rabu (6/8).
MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian awal dari wave v dari wave (c) dari wave [iv], hal tersebut berarti IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target 6,403-6,420. Namun perlu dicermati akan adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6,324-6,341.
Adapun level support IHSG berada di 6,201, 6,029. Sementara itu, level resistance berada di 6,377 dan 6,454.
MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini, yakni PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT XL Axiata Tbk (EXCL).
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness untuk saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Pada perdagangan terakhir, saham ADRO menguat 1,19 persen ke level 2.550 dan masih didominasi volume pembelian. Penguatan ADRO juga masih mampu bertahan di atas MA20. MNC Sekuritas memperkirakan posisi ADRO saat ini sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [v].
Investor dapat melakukan Buy on Weakness pada kisaran 2.480-2.520, dengan target harga 2.600 hingga 2.700 dan stop loss di bawah 2.440.
Sementara itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) juga direkomendasikan Buy on Weakness. Saham ASII terkoreksi 1,95 persen ke level 5.025 dan disertai munculnya tekanan jual. Meski demikian, koreksi ASII masih mampu bertahan di atas MA20. MNC Sekuritas memperkirakan posisi ASII saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave A dari wave B.
Baca Juga:24 Pelamar Berebut 3 Kursi Direksi Kebun Binatang Surabaya, Pemkot Cari Sosok Berjiwa Konservasi
Investor dapat melakukan Buy on Weakness pada kisaran 4.960-5.025, dengan target harga 5.225 hingga 5.450 dan stop loss di bawah 4.870.
Untuk saham PT Sentul City Tbk (BKSL), MNC Sekuritas juga merekomendasikan strategi Buy on Weakness. Saham BKSL menguat 4,35 persen ke level 72 dan disertai peningkatan volume pembelian. Penguatan tersebut juga membuat BKSL mampu bergerak di atas MA60. MNC Sekuritas memperkirakan posisi BKSL saat ini sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C.
Investor dapat melakukan Buy on Weakness pada kisaran 68-71, dengan target harga 77 hingga 82 dan stop loss di bawah 63.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
