Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Juli 2026 | 21.30 WIB

Dampak Perubahan Iklim dan Ketahanan Pangan Jadi Tantangan Besar SDGs di Indonesia

Ilustrasi: Perubahan iklim berdampak kelangsungan hidup manusia atau alam semesta. - Image

Ilustrasi: Perubahan iklim berdampak kelangsungan hidup manusia atau alam semesta.

JawaPos.com - Indonesia telah mencapai sekitar 62 persen target Sustainable Development Goals (SDGs). Hingga kini masih ada berbagai tantangan yang perlu dihadapi bersama.

Presiden UN Global Compact Network Indonesia (IGCN), Y. W. Junardy, menyebut tantangan pencapaian SDGs seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, akses pendidikan, dan pekerjaan layak.

"Meskipun Indonesia telah mencapai sekitar 62 persen target SDGS, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu kita hadapi bersama. Mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, akses pendidikan, hingga pekerjaan yang layak," kata Junardy dalam forum SDG Innovation 2026 di Jakarta pada Senin (27/7).

Junardy mendorong dunia usaha harus terus berinovasi di tengah dinamika geopolitik, kemajuan teknologi, dan artificial intelligence (AI). Riset dan keberlanjutan wajib menjadi inti bisnis masing-masing.

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Nunung Nuryartono menyatakan bahwa tantangan dunia makin kompleks. Perubahan iklim memicu bencana hidrometeorologi, kenaikan muka air laut, serta cuaca ekstrem.

Selain itu, Indonesia berupaya memperkuat ketahanan pangan, kesehatan, ketersediaan air, dan kesejahteraan masyarakat. "Karena itu, kita perlu membangun sistem yang lebih tangguh, rendah karbon, dan berkelanjutan," ujarnya.

Nunung menekankan, riset dan inovasi adalah fondasi untuk ketahanan bangsa. Hal ini juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

BRIN mengembangkan teknologi termasuk kecerdasan artifisial (AI) dan teknologi keantariksaan. Teknologi ini penting untuk mitigasi bencana dan ketahanan pangan saat menghadapi perubahan iklim.

"Pengembangan teknologi nuklir juga terus didorong untuk mendukung energi masa depan yang aman dan berkelanjutan. Pada akhirnya, teknologi dan inovasi harus menjadi kekuatan kolaboratif yang berdaya saing, inklusif, dan bertanggung jawab untuk Indonesia dan untuk dunia," kata dia.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore