
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Selasa (28/7), setelah sebelummya ditutup melemah melemah 46 poin menjadi Rp 18.009 per dollar AS pada perdagangan Senin (27/7).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri
"Untuk perdagangan (28/7) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 18.010-Rp 18.060," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Selasa (28/7).
Ibrahim mengatakan, pengunduran Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mendapatkan respon negatif dari pasar.
Menurutnya, Pengunduran diri tersebut bersamaan dengan gonjang-ganjing rupiah yang terus melemah akibat tensi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah antara AS dan Iran, membuat Presiden, pemerintah dan DPR sering melakukan intervensi terhadap independensi Bank Indonesia bahkan tidak jauh dari kata mundur untuk Perry Warjiyo.
“Pasar merespon negatif terhadap mundurnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dari jabatannya. Surat pengunduran diri diajukan Pery ke Presiden Prabowo Subianto per kemarin,” ujarnya.
Selain itu, rasio utang Indonesia yang berada di kisaran 40 persen terhadap produk domestic bruto (PDB) perlu dilihat bersama dengan kemampuan pemerintah dalam membayar utang serta kualitas penggunaan utang tersebut. Rasio utang pemerintah terhadap PDB tidak bisa dilihat secara sederhana hanya berdasarkan angka persentasenya.
Indikator rasio utang terhadap PDB memang menjadi salah satu ukuran yang lazim digunakan oleh lembaga internasional seperti IMF. Namun, indikator tersebut tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran dalam menilai kesehatan fiskal suatu negara.
“Indikator yang lebih penting untuk diperhatikan adalah rasio pembayaran utang beserta bunganya terhadap pendapatan negara. Indikator tersebut, lebih menggambarkan kemampuan riil pemerintah dalam memenuhi kewajiban utangnya,” ucapnya.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
