Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Juli 2026 | 23.47 WIB

Investasi di KEK Tembus Rp 353,3 Triliun, Sektor Manufaktur jadi Primadona

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/7). (Djati Waluyo/JawaPos.com) - Image

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/7). (Djati Waluyo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mencatat investasi di seluruh wilayah yang masuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) hingga triwulan I 2026 mencapai Rp 353,3 triliun.

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan kepercayaan investor akan Indonesia masih tinggin yang dibuktikan dari capaian investasi di kawasan ekonomi khusus.

"Perkembangan investasi di KEK, jadi hari ini (kuartal I) investasi secara akumulatif itu sudah kira-kira Rp 353,3 triliun," ujar Susi dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/7).

Susi mengatakan, selain menciptakan investasi yang cukup besar, KEK juga membuka lapangan kerja baru hingga ratusan ribu bagi seluruh masyarakat Indonesia. "Tenaga kerjanya kira-kira 266 ribu," ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah meyakinkan investor khususnya di KEK akan dapat terus berkembang dan terjamin. Susi menjelaskan, sampai dengan saat ini KEK khusunya yang berbasis manufaktur mengalami peningkatan investasi yang cukup signifikan.

Dia menjelaskan, beberapa KEK yang cukup diminati investor diantaranya KEK Gresik, KEK Kendal, KEK Galang Batang. Peningkatan peminat tergambar dari adanya permintaan perluasan kawasan oleh tiga KEK tersebut.

"Jadi, ada permohonan perluasan lahan dan pengembangan kawasan, rata-rata 2 kali lipat yang ada sekarang. Kenapa? Karena yang ada sekarang sudah full utilized," ucapnya.

Susi menjelaskan, tingginya tingkat okupansi kawasan membuat sejumlah investor baru harus menunggu ketersediaan lahan. Karena itu, pemerintah saat ini tengah menyiapkan perluasan lahan dan pengembangan kawasan di sejumlah KEK agar dapat mengakomodasi masuknya investasi baru.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa investasi riil, khususnya di sektor industri manufaktur, masih sangat menjanjikan di Indonesia. Bahkan, hampir seluruh KEK yang berfokus pada industri manufaktur skala besar telah mengajukan permohonan perluasan kawasan seiring tingginya minat investor.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore