
Pelemahan nilai tukar Rupiah tak mutlak menguntungkan. Bagi sebagian pelaku usaha yang mengandalkan bahan baku/penolong impor, kondisi ini tetap menjadi tantangan. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ekonom Centre of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai pelemahan nilai tukar rupiah tidak serta-merta memberikan keuntungan bagi eksportir Indonesia.
Menurutnya, dengan struktur ekspor nasional yang masih didominasi komoditas serta tingginya ketergantungan industri terhadap bahan baku impor membuat depresiasi rupiah lebih banyak memicu kenaikan biaya produksi dibanding meningkatkan daya saing ekspor.
Yusuf mengatakan pandangan bahwa pelemahan rupiah otomatis menguntungkan eksportir lebih relevan diterapkan pada negara yang basis ekspornya didominasi industri manufaktur dengan kandungan lokal yang tinggi.
"Saya juga kurang sependapat dengan pandangan bahwa pelemahan rupiah otomatis menguntungkan eksportir. Teori tersebut memang berlaku pada negara yang basis ekspornya didominasi manufaktur dengan kandungan lokal yang tinggi," ujar Yusuf kepada JawaPos.com, Sabtu (4/7).
Yusuf menjelaskan bahwa kondisi Indonesia berbeda karena struktur ekspor masih didominasi komoditas yang harga jualnya ditentukan di pasar internasional menggunakan dolar Amerika Serikat (AS).
Pasalnya, dengan karakter komoditas ekspor tersebut maka depresiasi rupiah tidak secara otomatis meningkatkan permintaan terhadap komoditas ekspor Indonesia.
Baca Juga:Setelah Surplus 72 Bulan Berturut-turut, Neraca Perdagangan Defisit USD 1,61 Miliar pada Era Prabowo
"Struktur ekspor Indonesia berbeda karena masih didominasi komoditas yang harganya ditentukan di pasar internasional dalam dolar AS. Depresiasi rupiah tidak membuat permintaan terhadap komoditas tersebut meningkat," ucapnya.
Lanjutnya, ia menjelaskan kondisi tersebut tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang turun ke zona kontraksi. Selain itu, biaya input industri juga meningkat hingga mencapai salah satu level tertinggi sejak survei dilakukan.
"Kondisi itu terlihat dari PMI manufaktur yang turun ke zona kontraksi dan kenaikan biaya input yang mencapai salah satu level tertinggi sejak survei dilakukan," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Valencia vs Real Betis di Liga Spanyol: Tuan Rumah Kesulitan Menang!
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Bodo/Glimt vs NEC Nijmegen di Kualifikasi Liga Champions: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor LASK Linz vs Celtic di Kualifikasi Liga Champions: Kans Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Sabah vs Hapoel Be'er Sheva di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
