
Sejumlah pekerja beraktivitas di tempat penyortiran barang ekspor dan impor di sebuah warehouse.
JawaPos.com - Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi membahayakan sektor riil secara keseluruhan di Indonesia.
Nailul menyebut tekanan nilai tukar tidak hanya berdampak pada perdagangan luar negeri, tetapi juga dapat merambat ke neraca perdagangan, neraca pembayaran, hingga sektor industri pengolahan atau manufaktur.
Ia menegaskan kondisi tersebut menjadi sinyal risiko bagi perekonomian nasional apabila tekanan terhadap nilai tukar terus berlanjut dalam jangka waktu yang lebih panjang.
"Pemerintah harus menyadari bahwa nilai tukar yang merosot membahayakan sektor riil. Mulai dari neraca dagang, neraca pembayaran sudah minus, nanti akan merembet kepada sektor manufaktur (industri pengolahan). Jadi ini sebagai pertanda yang berbahaya bagi sektor riil Indonesia," ujar Nailul kepada JawaPos.com, Sabtu (4/6).
Baca Juga:Setelah Surplus 72 Bulan Berturut-turut, Neraca Perdagangan Defisit USD 1,61 Miliar pada Era Prabowo
Nailul mengatakan, keterkaitan antar sektor tersebut menunjukkan bahwa pelemahan rupiah tidak berdiri sendiri, melainkan dapat memicu tekanan berantai pada struktur ekonomi nasional, terutama pada sektor manufaktur yang menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, ia menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak memberikan dampak positif otomatis terhadap ekspor Indonesia.
Menurutnya, kondisi struktur industri nasional membuat depresiasi rupiah lebih banyak menambah beban sektor riil dibanding meningkatkan daya saing ekspor.
Ia mengatakan, secara teori pelemahan nilai tukar dapat mendorong ekspor apabila industri dalam negeri memiliki kapasitas produksi yang kuat dan mampu memenuhi kebutuhan domestik tanpa ketergantungan pada impor bahan baku.
Namun, Nailul menegaskan kondisi Indonesia masih menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor, bahkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
