
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kondisi fiskal Indonesia saat ini berada dalam kondisi sehat dan terjaga ditengah gejolak geopolitik global. Menurutnya, posisi Indonesia diuntungkan dalam menghadapi risiko gangguan energi global. Berdasarkan analisis risiko, posisi Indonesia berada pada kuadran eksposur rendah dengan penahan yang kuat.
“Ketangguhan ini tidak lepas dari bauran kebijakan fiskal yang sehat dan hati-hati. Defisit yang dijaga ketat di bawah 3% memberikan ruang yang memadai bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk berfungsi optimal sebagai shock absorber dalam meredam gejolak eksternal tanpa mengorbankan stabilitas makro,” ujar Purbaya dalam keterangan yang diterima, Minggu (21/6).
Purbaya mengatakan, beberapa indikator utama menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bergerak secara inklusif. Geliat ini tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur yang berada di level ekspansif 50,0, pertumbuhan likuiditas perekonomian (M0) sebesar 14,8 persen yoy, serta pertumbuhan kredit perbankan yang melesat hingga 11,5 persen yoy.
Selain itu, eksternalitas Indonesia diperkuat oleh catatan surplus neraca perdagangan yang bertahan selama 72 bulan berturut-turut, diiringi cadangan devisa yang gemuk sebesar USD 144,9 miliar.
“Paling krusial, pertumbuhan ekonomi yang kokoh ini langsung ditranslasikan ke dalam peningkatan kesejahteraan riil masyarakat luas melalui perbaikan pasar tenaga kerja,” ujarnya.
Lanjutnya, penciptaan lapangan kerja baru bagi sekitar 1,9 juta orang berhasil menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), turun menjadi 4,68 persen pada tahun 2026. Di sisi lain, efektivitas program perlindungan sosial berhasil menurunkan tingkat kemiskinan secara konsisten, dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025.
Purbaya mengatakan, Indonesia kini memiliki 8 kluster program kerja prioritas nasional yang akan menerjemahkan strategi pembangunan ke dalam hasil yang nyata.
"Prioritas tersebut mencakup fondasi ketahanan nasional: kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur, perumahan, dan ketangguhan bencana," ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022