
Ilustrasi Bitcoin. (Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com - Industri aset kripto di Indonesia memasuki fase baru yang semakin menitikberatkan pada aspek kepatuhan regulasi dan perlindungan investor. Di tengah pertumbuhan jumlah pengguna serta meningkatnya pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaku industri dituntut tidak hanya menghadirkan inovasi, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas bisnis berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Pentingnya kepatuhan tersebut kembali menjadi sorotan dalam ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 yang diselenggarakan Hukumonline. Ajang ini menilai kemampuan perusahaan dalam menerapkan tata kelola, integritas, serta kepatuhan terhadap regulasi di berbagai sektor industri, termasuk sektor aset kripto yang saat ini berkembang pesat di Indonesia.
VP Legal Compliance & Government Relations PT Pintu Kemana Saja R Wisnu Renansyah Jenie menilai, perkembangan industri kripto saat ini menuntut keseimbangan antara inovasi dan kepatuhan terhadap regulasi. Dinamika industri terus menuntut para pelaku usaha untuk tetap menjaga komitmen dalam memenuhi kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
"Itu dilakukan sambil terus memaksimalkan inovasi yang dibutuhkan oleh pasar serta memastikan industri ini memberikan keamanan yang maksimal bagi masyarakat," kata Wisnu di Jakarta.
Menurut dia, kepatuhan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap industri aset digital. Hal ini semakin relevan setelah pengawasan dan pengaturan aset kripto berada di bawah OJK, yang mendorong peningkatan standar tata kelola dan perlindungan konsumen di sektor tersebut.
Tren ini, lanjut Wisnu, juga mencerminkan perubahan arah industri kripto yang tidak lagi hanya berfokus pada pertumbuhan transaksi dan jumlah pengguna. Pelaku usaha kini dituntut mampu memenuhi berbagai kewajiban administratif, manajemen risiko, hingga penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik agar dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Baca Juga:Bukan Sekadar Kunjungan ke Tiongkok, Menkeu Matangkan Panda Bond dan Perluas Basis Investor
CEO Hukumonline Arkka Dhiratara menilai budaya kepatuhan memiliki peran penting dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan tepercaya.
“Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi untuk terus memperkuat praktik governance dan compliance yang adaptif, bertanggung jawab, dan berintegritas, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ekosistem industri digital Indonesia yang semakin sehat dan tepercaya,” kata Arkka.
Dia menambahkan, perusahaan yang mampu menjaga standar kepatuhan secara konsisten diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku industri lain dalam memperkuat tata kelola dan integritas bisnis.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
