
Warga penerima bantuan pangan membawa sejumlah bantuan berupa beras dan minyak goreng saat penyaluran bantuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kantor Kelurahan Batusari, Kota Tangerang, Kamis (14/5/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap praktik mafia pangan yang merugikan masyarakat. Faktor ini mengganggu distribusi serta memengaruhi stabilitas harga pangan nasional.
Hal ini dilakukan menyusul berbagai dinamika tata niaga pangan yang sering dimanfaatkan oknum tertentu. Mereka mencari keuntungan lewat permainan distribusi, penimbunan, dan manipulasi harga di lapangan.
Menurut Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Irham Waroihan, praktik mafia pangan sering muncul saat pemerintah keluarkan kebijakan strategis. Kebijakan ini terkait langsung dengan kepentingan masyarakat dan ketahanan pangan nasional.
’’Setiap ada kebijakan strategis untuk kepentingan negara dan masyarakat, mafia pangan selalu bergerak mencari celah. Termasuk dalam tata niaga minyak goreng,” ujar Irham di Kementan, dikutip Kamis (28/5).
Ia mengatakan pemerintah terus memperkuat tata niaga sawit dan minyak goreng agar distribusi dan pasokan tetap terjaga. Salah satu langkahnya melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Namun, penguatan pengawasan tetap diperlukan agar pelaksanaan kebijakan berjalan sesuai ketentuan. Hal ini mencegah pihak tertentu memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan merugikan masyarakat.
Karena itu, Kementan memperkuat pengawasan menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir. Tujuannya memastikan distribusi pangan berjalan baik, pasokan tersedia, dan harga pangan stabil di masyarakat.
’’Pengawasan harus dilakukan secara ketat mulai dari hulu sampai hilir karena ini menyangkut kepentingan rakyat banyak,” katanya.
Kementan juga terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Termasuk bersama aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilisasi harga, ketersediaan pasokan, distribusi, dan pengendalian cadangan pangan berjalan optimal di lapangan. Apabila ditemukan praktik pelanggaran seperti penimbunan maupun permainan harga, Kementan memastikan penegakan hukum akan dilakukan tegas. Penindakan dilakukan secara tegas dan terukur. ’’Penegakan hukum harus memberikan efek jera agar praktik serupa tidak kembali terulang,” tegas Irham.

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
