
Masinis Kereta Cepat Jakarta Bandung saat mengoperasikan kereta cepat pada acara China-Indonesia Friendship Stories Exchange Event di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan keputusan terkait restrukturisasi proyek kereta cepat Whoosh sebenarnya sudah rampung. Namun, hingga kini prosesnya masih tertahan di tahap administrasi antara pemerintah dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Purbaya mengatakan, saat ini Danantara masih mengirimkan surat kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelum nantinya administratif dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Itu kan (restrukturisasi Whoosh) sudah diputusin, nanti ini sedang proses lanjutan ya. Jadi Danantara sedang ngirim surat ke kita, nanti kita balas biar bisa secara administrasi diproses dengan benar. Tapi keputusannya sudah selesai, tinggal dirapikan,” ujar Purbaya dalam Media Briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (11/5).
Meski begitu, Purbaya mengakui bahwa proses administrasi berjalan lambat, bahkan keputusan restrukturisasi disebut telah selesai sejak lebih dari sebulan lalu. Menurutnya, keterlambatan tersebut bukan berasal dari sisi Kementerian Keuangan semata.
“Bukan salah saya kan, Danantara juga lambat. Tapi enggak akan cepat, keputusannya sudah sebulan lebih tuh. Saya juga heran kenapa prosesnya lambat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bendahara Negara ini menegaskan perihal kehati-hatian yang tetap diperlukan agar tidak muncul persoalan hukum di kemudian hari. Karena itu, seluruh dokumen dan prosedur administratif harus dipastikan lengkap sebelum restrukturisasi dijalankan penuh.
“Iya betul, administrasinya lelet. Tapi keputusannya sudah selesai. Kita sama Danantara sudah clear, cuma dijaga jangan sampai nanti ada proses hukum yang kelewat sehingga kita repot,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemerintah dipastikan akan ikut terlibat dalam penyelesaian utang proyek kereta cepat Whoosh. Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria menegaskan, campur tangan negara diperlukan agar operasional dan kondisi finansial Whoosh tetap berkelanjutan.
Menurut Dony, publik tidak perlu terjebak pada mekanisme penyelesaian utangnya, melainkan fokus pada bagaimana Whoosh bisa terus sustain ke depan. Keberlanjutan tersebut mencakup dua aspek utama, yakni operasional dan finansial.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
