
Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Riza Azmi. (ANTARA)
JawaPos.com - Kementerian Koperasi (Kemenkop) berencana untuk meresmikan sekitar 30.000 bangunan gedung koperasi merah putih yang sudah siap untuk beroperasi dalam waktu dekat pada tahun ini.
Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Riza Azmi, menjelaskan ada beberapa tahapan atau fase dalam program koperasi merah putih. "Untuk yang fase satu sudah dilewati ya, yaitu fase kelembagaan. Sudah terbentuk sekitar 80.000 lebih (koperasi merah putih, red.) dari sisi kelembagaan, dari sisi badan hukum dan seterusnya," katanya, dikutip dari Antara, Minggu (10/5).
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara pada Workshop Media "Cerita Koperasi Desa Jadi Berita Bermakna" yang digelar Direktorat Ekosistem Media, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital.
"Sekarang kita masuk ke fase kedua ya, fase pembangunan dan fase operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," katanya.
Saat ini, kata dia, sudah terbentuk setidaknya 7.000 bangunan koperasi merah putih yang 100 persennya siap beroperasi. Ia mengatakan bahwa operasional koperasi merah putih itu akan disusul dengan peresmian sekitar 30.000 gedung koperasi merah putih yang siap beroperasi di kisaran Juli-Agustus 2026.
Menurut dia, tantangan yang dihadapi koperasi merah putih sekarang ini adalah pemerataan akses, misalnya terkait jaringan listrik dan internet. "Yang kedua sebenarnya dari sisi digitalisasi, terkait dengan indeks Masyarakat Digital (IMDI) yang sebenarnya itu masih belum seragam," katanya.
Ada beberapa daerah yang masyarakatnya memiliki tingkat literasi digitalnya tinggi, tapi di daerah-daerah lain mungkin masih perlu pembinaan. Kalau untuk lahan, kata dia, memang ada tantangan untuk mencari lahan seluas minimal 1.000 meter persegi untuk bangunan berukuran 20x30 meter.
Ia mengatakan bahwa skema tersebut menggunakan desain pertama, tetapi ada desain kedua untuk alternatif, yakni lahan-lahan di bawah 1.000 meter persegi.
"Nanti ada sebenarnya ada desain kedua yang sebenarnya untuk lahan-lahan yang di bawah 1.000 m persegi. Cuma ini lagi masih baru disiapkan," katanya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
