
BELUM SELESAI: Bangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan dalam proses pembangunan. Namun, unit KDMP sudah berjalan sejak 2025 dengan menyewa bangunan milik desa. (Rizal F. Syatori/Jawa Ppos Radar Bromo)
JawaPos.com - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) seperti proyek kejar tayang. Satu bangunan koperasi ditarget tuntas selama 90 hari. PT Agrinas Pangan Nusantara memiliki kewenangan untuk pengawasan kualitas konstruksi. Sebagai perpanjangan tangan, Agrinas melibatkan TNI. Untuk pengawasan pembangunan gerai koperasi di lapangan, TNI mengerahkan prajurit di level bintara atau yang sering dikenal bintara pembina desa (babinsa).
Pihak TNI menyadari bahwa para babinsa tidak memiliki kemampuan di bidang teknik sipil atau konstruksi. Sehingga untuk pengawasan itu, TNI memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada Babinsa melalui Agrinas yang melibatkan para tenaga ahli.
“Untuk program ini (KDMP, Red), sesuai dengan instruksi presiden nomor 9 tahun 2025. Penyiapan lokasi atau gerai adalah tugas pemerintah. Kodim yang melaksanakan pembangunan,” ujar Komandan Kodim (Dandim) 0809 Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah.
Pria yang akrab disapa Dhavid itu menyebut bahwa TNI tidak mengambil alih tugas pemerintah terkait. Sesuai dengan inpres, pemerintah daerah (pemda) baik itu bupati atau wali kota mempersiapkan lahan. Setelah lahan siap, pihak TNI yang mengeksekusi.
Untuk diketahui, dalam pelaksanaan pembangunan ada beberapa tingkatan TNI yang dilibatkan. Seperti Dandim selaku kepala pelaksana kegiatan (kalagiat) pembangunan gerai koperasi desa merah putih (KDMP), Danramil sebagai koordinator unit, dan Babinsa sebagai kepala unit.
“Saya selaku kalagiat membawahi beberapa koordinator unit. Total ada 23 koordinator unit yang ada di wilayah kota maupun kabupaten. Koordinator unit ini membawahi 390 kepala unit. Sehingga 1 desa atau 1 kelurahan ini ada kepala unit masing-masing,” imbuhnya.
Untuk diketahui, dandim merupakan perwira menengah TNI, danramil merupakan perwira pertama TNI yang memiliki lingkup tugas setingkat kecamatan. Sementara babinsa merupakan prajurit TNI setingkat bintara atau level prajurit kedua terbawah. Bintara ini merupakan prajurit TNI di atas level tamtama. Umumnya mereka lulusan pendidikan SMA sederajat yang mendapat pendidikan awal TNI setahun.
Lebih lanjut Dhavid menjelaskan, program pembangunan fisik Koperasi Merah Putih bersifat padat karya. Oleh karena itu, TNI bekerja sama masyarakat lokal atau masyarakat sekitar. Bukan proyek yang harus menggunakan tender. Kemudian juga melewati beberapa tahapan tertentu.
Apalagi program itu merupakan percepatan yang harus selesai 90 hari, maka pihak Kodim bahu membahu dengan warga lokal untuk bisa mendirikan bangunan tersebut tepat waktu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022