
UNTUK KOPERASI: Beberapa unit truk dari beberapa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Probolinggo siap diserahkan saat acara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 TA 2026, Rabu (22/4), di Maron. (INNEKE AGUSTIN/Jawa Pos Radar Bromo)
“Untuk program ini (KDMP, Red), sesuai dengan instruksi presiden nomor 9 tahun 2025. Penyiapan lokasi atau gerai adalah tugas pemerintah. Kodim yang melaksanakan pembangunan,” ujar Komandan Kodim (Dandim) 0809 Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah.
Pria yang akrab disapa Dhavid itu menyebut, pihaknya tidak mengambil alih tugas dari pemerintah terkait. Sesuai dengan inpres, pemerintah daerah (pemda) baik itu bupati atau wali kota mempersiapkan lahan. Setelah lahan siap, pihak TNI yang mengeksekusi.
Untuk diketahui, dalam pelaksanaan pembangunan ada beberapa tingkatan TNI yang dilibatkan. Seperti Dandim selaku kepala pelaksana kegiatan (kalagiat) pembangunan gerai koperasi desa merah putih (KDMP), Danramil sebagai koordinator unit, dan Babinsa sebagai kepala unit.
“Saya selaku kalagiat membawahi beberapa koordinator unit. Total ada 23 koordinator unit yang ada di wilayah kota maupun kabupaten. Koordinator unit ini membawahi 390 kepala unit. Sehingga 1 desa atau 1 kelurahan ini ada kepala unit masing-masing,” imbuhnya.
Lebih lanjut Dhavid menjelaskan, program ini bersifat padat karya. Oleh karena itu, bekerja sama masyarakat lokal atau masyarakat sekitar. Bukan proyek yang harus menggunakan tender. Kemudian juga melewati beberapa tahapan tertentu.
Mengingat program ini merupakan percepatan yang harus selesai 90 hari, maka pihaknya bahu membahu dengan warga lokal untuk bisa mendirikan bangunan tersebut tepat waktu.
“Di sini performa Babinsa adalah mentrigger (memicu, Red) percepatan. Bagaimana caranya gerai ini bisa selesai dalam kurun waktu 90 hari,” terangnya.
Ditanya terkait peran Babinsa dalam pengawasan pembangunan, bapak dari dua anak itu menyebut bahwa pada tahapan awal mengumpulkan mereka para Babinsa. Mengingat pengawasan bangunan ini tidaklah mudah.
Babinsa harus benar-benar mengerti terkait teknik sipil dan kontruksi pembangunan besi. “Ada dua item yang harus dipahami. Yang pertama kontruksi sipil dan kontruksi atap pembesian baja,” tandasnya.
Diakuinya, tidak semua Babinsa tahu bagaimana pembangunan tersebut. Sehingga pembekalan yang dilakukan adalah dengan menghadirkan tenaga ahli yang memang benar mengerti dua hal tersebut.
Untuk memberikan bimbingan teknologi (bimtek). Mulai dari penyiapan lahan hingga pembangunan. Dipastikan Babinsa ini memegang gambar. Sehingga setiap pembangunan yang dilaksanakan harus sesuai dengan detail engineering design (DED).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022