Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Mei 2026 | 19.18 WIB

BPS: Inflasi April 2026 sebesar 0,13 Persen, Harga Emas Perhiasan Turun usai Reli 30 Bulan

Penjual merapikan etalase emas perhiasan di salah satu toko perhiasan kawasan Jakarta, Sabtu. - Image

Penjual merapikan etalase emas perhiasan di salah satu toko perhiasan kawasan Jakarta, Sabtu.

 

JawaPos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan April 2026 mengalami inflasi sebesar 0,13 persen secara bulanan atau Month-to-Month (mtm) atau dibandingkan Maret 2026. Sedangkan inflasi tahun kalender (Desember 2025-April 2026) tercatat sebesar 1,06 persen.

“Terjadi kenaikan IHK dari 110,95 pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers, Senin (4/5).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi April 2026 yang sebesar 0,13 persen (mtm) disumbang utamanya oleh kelompok transportasi yang mengalami inflasi 0,99 persen (dengan andil 0,12 persen), serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran yang mengalami inflasi 0,69 persen (andil 0,07 persen).

Adapun kelompok pengeluaran penghambat inflasi April 2026 secara bulanan yakni kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang turun 0,99 persen (andil -0,07 persen), serta makanan, minuman dan tembakau (mamintem) yang turun 0,20 persen (andil -0,06 persen).

Berdasarkan komponen pembentuk inflasi, inflasi April 2026 yang sebesar 0,13 persen (mtm), komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,23 persen (andil 0,15 persen), sedangkan komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,69 persen (andil 0,13 persen). Adapun komponen harga bergejolak malah mengalami deflasi sebesar 0,88 persen (andil -0,15 persen).

“Komoditas yang dominan memberikan andil pada komponen harga diatur pemerintah adalah tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, bensin, dan sigaret kretek mesin (SKM),” jelas Ateng.

Sementara itu, komoditas yang dominan memberikan andil deflasi pada kelompok harga bergejolak antara lain daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, dan cabai merah.

Menurut sebarannya, pada April 2026 sebanyak 30 provinsi mengalami inflasi, dan 8 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 2 persen, sedangkan deflasi terdalam terjadi di Maluku sebesar 0,17 persen.

 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore