Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK, Frederica Widyasari. OJK meminta seluruh lembaga jasa keuangan (LJK) untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipatif. (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran yang memicu gejolak di pasar keuangan global. OJK meminta seluruh lembaga jasa keuangan (LJK) untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipatif terhadap potensi dampak yang ditimbulkan.
Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK, Frederica Widyasari Dewi, mengatakan pihaknya mencermati secara serius perkembangan ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas sektor keuangan domestik.
“Sehubungan dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang kita cermati bersama. Lembaga jasa keuangan kami minta untuk terus mencermati situasi yang terjadi serta melakukan antisipasi dampaknya terhadap kondisi debitur dan juga di pasar keuangan itu sendiri,” ujar Frederica dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/3).
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto sekaligus Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menjelaskan bahwa pada Februari 2026 tekanan di pasar saham domestik terpantau mulai mereda.
Ia menyampaikan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Februari ditutup di level 8.235,49 tepatnya pada 27 Februari 2026.
Secara month to date (mtd), IHSG terkoreksi sebesar 1,13 persen dan secara year to date (ytd) melemah 4,76 persen. Namun, memasuki awal Maret 2026, volatilitas kembali meningkat seiring eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
“Sehubungan dengan volatilitas pasar di awal Maret 2026 yang dipicu eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, OJK tentu terus memantau pergerakan pasar serta terus melakukan koordinasi dengan SRO, BEI, KSEI, dan KPEI, dan juga para pelaku di industri pasar modal dalam mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan,” tukas Hasan.
Di sisi lain, kabar duka kembali menyelimuti Iran di tengah memanasnya konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Istri pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia setelah beberapa hari berada dalam kondisi koma akibat luka yang dideritanya saat serangan udara menghantam kompleks Kediaman Kepemimpinan di Teheran.
Kantor berita Jamaran pada Senin (2/3) menyebut Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh wafat setelah tak sadarkan diri sejak Sabtu (28/2) dini hari. Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel tersebut sebelumnya juga dikabarkan menewaskan Khamenei bersama sejumlah pejabat tinggi Iran.
Media pemerintah Iran turut mengonfirmasi bahwa Khamenei, menantu laki-laki, cucu, serta seorang menantu perempuan ikut menjadi korban dalam gelombang serangan tersebut. Peristiwa ini menjadi pukulan besar bagi struktur elite politik Iran karena menyasar langsung lingkaran keluarga inti pemimpin negara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022