Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Maret 2026 | 23.27 WIB

Studi Oxford Economics: Industri Restoran Cepat Saji Picu Efek Berganda hingga 4,9 Kali ke Ekonomi

Ilustrasi efek ekonomi turunan terhadap petani dari tumbuhnya retail makanan cepat saji di Indonesia. (Istimewa)

JawaPos.com–Studi independen Oxford Economics menyoroti dampak ekonomi operasional McDonald's Indonesia terhadap perekonomian nasional. Dalam periode April 2024 hingga Maret 2025, perusahaan disebut tidak hanya menciptakan lapangan kerja langsung, tetapi juga memicu efek berantai di berbagai sektor.

Berdasar hasil riset, setiap 100 karyawan yang direkrut McDonald’s Indonesia turut mendukung sekitar 330 pekerjaan tambahan di sektor lain, mulai dari pertanian, distribusi, hingga jasa pendukung. Secara keseluruhan, ekosistem usaha perusahaan disebut menopang sekitar 48.700 lapangan kerja.

Associate Director Oxford Economics Stephen Foreman mengatakan, temuan tersebut mencerminkan kontribusi perusahaan terhadap dunia usaha dan komunitas lokal.

”Hasil riset kami membuktikan besarnya kontribusi McDonald’s bagi dunia usaha dan komunitas lokal di seluruh Indonesia, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan waralaba, dan kemitraan dengan pemasok lokal,” ujar Stephen melalui keterangannya.

Dari sisi kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB), studi mencatat adanya efek pengganda yang signifikan. Setiap Rp 1 juta nilai ekonomi langsung yang dihasilkan perusahaan diklaim mendorong tambahan Rp 4,9 juta aktivitas ekonomi di sektor lain.

Hingga saat ini, McDonald’s Indonesia mengoperasikan lebih dari 300 restoran di 94 kota. Manajemen menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan lokal dan membuka akses kerja yang lebih luas.

Director of Marketing Communications Digital Strategy & Insight McDonald’s Indonesia Michael Hartono menekankan pendekatan jangka panjang perusahaan di Indonesia. Selama lebih dari tiga dekade, pihakny membangun McDonald’s Indonesia sebagai bagian dari keseharian masyarakat.

”Semangat Sepenuhnya Indonesia senantiasa menjadi landasan kami dalam memperkuat kemitraan lokal, membuka akses kerja, dan menghadirkan peluang bertumbuh bagi banyak pihak,” jelas Michael dalam kesempatan yang sama.

Dia menambahkan, ke depan ingin memastikan setiap langkah bisnis yang kami ambil terus menciptakan multiplier effect yang relevan, bermakna, dan berkelanjutan bagi ekonomi daerah maupun nasional.

Belanja Pemasok Lokal Capai 86 Persen

Studi juga mencatat sekitar Rp 3,8 triliun atau 86 persen dari total belanja pemasok dialokasikan kepada mitra lokal. Sekitar 76 persen bahan baku restoran bersumber dari dalam negeri, termasuk ayam, telur, beras, sayuran, cabai, dan minyak goreng.

Salah satu mitra pemasok, Made Gunada mengungkapkan kemitraan jangka panjang memberi ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang.

”Selama 33 tahun bermitra, kolaborasi berlandaskan kepercayaan dengan McDonald’s Indonesia memberi kami ruang untuk tumbuh secara berkelanjutan. Dampak ekonomi yang tercipta tidak hanya dirasakan kami pelaku usaha, tetapi juga oleh para petani di daerah,” kata Made.

Dalam aspek sertifikasi, McDonald’s Indonesia tercatat sebagai restoran cepat saji pertama yang meraih sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia pada 1994. Sertifikasi tersebut diperkuat dengan sertifikat halal sepanjang masa dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal pada 2024.

Sementara dari total 11.208 karyawan langsung, sebanyak 43 persen berada di rentang usia 18–24 tahun. Perusahaan menyebut hal ini menjadikan McDonald’s sebagai salah satu pintu masuk generasi muda ke dunia kerja formal.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore