
Ilustrasi: Peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday). (Miftahulhayat/Jawa Pos)
JawaPos.com - Presiden Konfederasi ASPEK Indonesia, Muhammad Rusdi, menegaskan negara tidak boleh membiarkan lahirnya bentuk baru eksploitasi tenaga kerja melalui praktik outsourcing, kontrak tidak pasti, pemagangan semu, kemitraan palsu, hingga sistem kerja platform seperti ojek online dan gig economy yang tidak terlindungi.
Pernyataan itu disampaikan menjelang Hari Buruh Internasional atau May Day, yang diperingati pada 1 Mei 2026.
"Penyempitan lapangan kerja tidak boleh dijadikan alasan untuk memperluas hubungan kerja yang tidak pasti dan minim perlindungan," kata Rusdi kepada wartawan, Kamis (30/4).
Ia mengungkapkan, kondisi tersebut semakin menguat sejak diberlakukannya kebijakan Omnibus Law Cipta Kerja yang mendorong fleksibilitas hubungan kerja tanpa perlindungan memadai. Alih-alih menciptakan lapangan kerja berkualitas, lanjutnya, kebijakan tersebut justru membuka ruang bagi meluasnya praktik outsourcing, kontrak jangka pendek, dan pemagangan tanpa kepastian.
Selama ini, outsourcing telah berkembang jauh melampaui tujuan awalnya. Praktik ini tidak lagi terbatas pada pekerjaan penunjang, tetapi telah merambah ke pekerjaan inti yang bersifat tetap dan berkelanjutan.
"Akibatnya, jutaan pekerja kehilangan kepastian kerja, jaminan sosial yang layak, serta perlindungan terhadap pemutusan hubungan kerja," tuturnya.
Dalam waktu yang sama, kata Rusdi, munculnya pekerja platform digital seperti pengemudi ojek online dan pekerja gig economy justru memperluas zona abu-abu dalam hubungan kerja. Sebab, mereka diposisikan sebagai “mitra”, tetapi dalam praktiknya tunduk pada sistem kerja yang dikendalikan sepenuhnya oleh perusahaan aplikasi, tanpa kepastian upah, tanpa perlindungan sosial yang memadai, dan tanpa jaminan keberlanjutan kerja.
Karena itu, ia menegaskan kondisi tersebut mencerminkan kegagalan arah kebijakan ketenagakerjaan.
“Digitalisasi tidak boleh menjadi alasan untuk menghapus tanggung jawab negara dalam melindungi pekerja. Jika hubungan kerja dikendalikan oleh platform, maka perlindungan terhadap pekerja harus hadir secara nyata,” tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
