Pegawai berada di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pasar saham Indonesia dibuka zona merah di level 8.092 pada perdagangan Senin (2/3). Bahkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan tetap membara di level 8.111, turun 1,50 persen atau 123 poin, pada pukul 09.10 WIB.
Mengutip data RTI Business, pada perdagangan awal sesi ini ada sebanyak 79 saham tercatat menguat, 619 saham melemah, dan 36 saham tidak mengalami pergerakan alias stagnan.
Sementara itu, volume transaksi di perdagangan tercatat 7.791 saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 4.696 triliun. Adapun frekuensi transaksi tercatat 558.663 kali.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi menyampaikan bahwa IHSG pekan ini berpotensi bergerak volatile dengan kecenderungan konsolidasi dengan support di 8031 dan resistance di 8437. Pergerakan itu nantinya dipengaruhi oleh meningkatnya risiko geopolitik global dan sentimen fiskal domestik.
"Eskalasi konflik Iran–Israel serta ketegangan di kawasan Asia Selatan meningkatkan premi risiko global, terutama dengan berkembangnya situasi di sekitar Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia," kata Imam Gunadi dalam keterangannya, Senin (2/3).
Dia menilai, ketidakpastian ini berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan harga komoditas energi, yang biasanya memicu rotasi dana ke aset safe haven dan menekan arus modal ke emerging markets, termasuk Indonesia.
Namun demikian, bagi IHSG, kenaikan harga minyak dan batu bara justru dapat menjadi penopang bagi sektor energi dan pertambangan, terutama jika harga komoditas bertahan tinggi.
Di sisi lain, Indonesia sebagai eksportir batu bara dan sejumlah komoditas energi berpotensi diuntungkan dari sisi peningkatan harga jual rata-rata (ASP) dan potensi perbaikan margin emiten sektor terkait.
Dalam kondisi global yang tidak pasti, saham berbasis komoditas sering kali menjadi proxy lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan inflasi global.
"Di sisi lain, jika eskalasi konflik menyebabkan lonjakan harga energi yang terlalu tajam dan berkepanjangan, risiko inflasi global dan tekanan nilai tukar Rupiah dapat meningkat. Kenaikan harga minyak yang signifikan berpotensi memperbesar tekanan pada neraca transaksi berjalan melalui kenaikan nilai impor migas, sekaligus meningkatkan volatilitas Rupiah," bebernya.
Ia pun mengungkapkan jika Rupiah melemah dan imbal hasil obligasi global naik maka volatilitas IHSG bisa meningkat karena investor asing cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko.
"Dengan demikian, arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek sangat bergantung pada apakah kenaikan harga energi bersifat terkendali dan suportif bagi emiten komoditas, atau justru berubah menjadi shock inflasi yang menekan stabilitas makro," tukasnya.
Merespons dinamika market yang ada saat ini, IPOT merekomendasikan sejumlah saham yang bisa dipertimbangkan untuk trading sepanjang pekan ini:
1. Buy on Breakout ENRG (Entry 1,820, Target 2,000, Stop Loss <1,755). Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan potensi gangguan distribusi energi global, ENRG memiliki positioning yang menarik sebagai emiten hulu migas dengan leverage terhadap kenaikan harga minyak dan gas. Jika risiko di Selat Hormuz mendorong harga energi bertahan tinggi, ENRG berpotensi menikmati peningkatan average selling price (ASP) serta perbaikan arus kas operasional. Dengan karakter bisnis berbasis produksi dan lifting, sensitivitas terhadap harga komoditas menjadi katalis utama, sehingga saham ini relevan sebagai tactical play dalam fase risk-off global yang tetap mendorong harga energi naik.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
