
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP, Mufti Anam. (YouTube DPR RI)
JawaPos.com - Pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin terkait rencana pergantian direksi bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menuai sorotan publik. Pernyataan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kegaduhan dan mengganggu stabilitas kinerja BUMN.
Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, menilai klaim mengenai pencopotan direksi Himbara berada di luar kewenangan Menhan. Menurutnya, pernyataan tersebut seharusnya tidak disampaikan ke ruang publik tanpa dasar dan otoritas yang jelas.
“Pernyataan Menteri Pertahanan terkait isu pergantian seluruh direksi Bank Himbara menimbulkan kegaduhan dan berpotensi mengganggu stabilitas kerja BUMN,” kata Mufti Anam kepada wartawan, Minggu (8/2).
Mufti menegaskan perlunya evaluasi internal di tubuh pemerintahan agar para pejabat publik tidak menyampaikan pernyataan di luar tugas pokok dan fungsinya. Ia mempertanyakan kapasitas Menhan dalam menyampaikan informasi yang berkaitan langsung dengan sektor perbankan BUMN.
“Pemerintah perlu melakukan evaluasi internal yang serius. Banyak pejabat publik berbicara di luar tupoksinya. Saya mempertanyakan apa kapasitas dan kewenangan Menteri Pertahanan menyampaikan informasi terkait pergantian direksi bank-bank Himbara. Itu jelas bukan ranah Kementerian Pertahanan,” ujarnya.
Selain itu, Mufti menekankan jika wacana perombakan direksi Himbara benar akan dilakukan, pemerintah harus memberikan penjelasan yang objektif dan berbasis kinerja. Ia menyebutkan, secara umum kinerja bank-bank Himbara sepanjang 2025 berada dalam kondisi yang sehat.
“Jika memang akan ada pergantian, harus dijelaskan indikatornya secara terbuka, apa KPI-nya, dan di mana letak kegagalannya. Faktanya, hingga 2025 kinerja bank-bank Himbara relatif positif, dengan permodalan kuat, NPL terjaga, serta laba bersih yang solid,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan, perbankan BUMN memiliki kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar dividen BUMN yang disetorkan ke kas negara berasal dari sektor perbankan.
Tak hanya berkontribusi secara fiskal, Mufti menambahkan, bank-bank Himbara juga memegang peran strategis dalam mendorong perekonomian rakyat melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan UMKM, serta perluasan akses keuangan di berbagai daerah.
“Bank-bank BUMN, khususnya Himbara, merupakan tulang punggung penerimaan negara dari sektor BUMN,” urai Mufti.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto berencana mengganti jajaran direksi Bank Himbara yang dinilai merugikan negara. Menurut Sjafrie, langkah tersebut diperlukan agar bank milik negara dapat bekerja lebih efektif dan berpihak kepada masyarakat kecil.
Sjafrie juga menilai kinerja sebagian direksi bank BUMN belum optimal dan cenderung tidak memberikan manfaat maksimal bagi negara. Ia menekankan perlunya menghadirkan jajaran direksi baru yang memiliki kompetensi, pengalaman praktis, serta komitmen terhadap kepentingan nasional.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
