Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Mei 2026 | 00.03 WIB

Jaga Stabilitas Harga dan Produksi Melimpah, SPPG Diwajibkan Tambah Porsi Telur di Menu MBG

Peternak mengumpulkan telur dari ayam ras petelur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (4/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Peternak mengumpulkan telur dari ayam ras petelur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (4/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menambah menu telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tambahan menu itu untukmeningkatkan penyerapan produksi telur dan membantu menstabilkan harga di tingkat peternak.

Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur Indyah Aryani mengatakan, anjloknya harga telur terjadi akibat melimpahnya produksi yang tidak diimbangi penyerapan pasar. Sebagai provinsi dengan populasi ayam petelur terbesar di Indonesia, Jawa Timur selama ini mengalami surplus produksi telur.

"Harga telur saat ini memang sedang turun karena produksi melimpah, sementara penyerapannya belum optimal," kata Indyah di Surabaya, Jumat (29/5).

Menurut dia, kondisi tersebut dipicu meningkatnya kapasitas produksi peternak yang sebelumnya mengantisipasi kebutuhan hari raya dan program MBG. Namun realisasi penyerapan pasar tidak sesuai dengan perkiraan sehingga stok telur menumpuk dan harga jatuh di bawah harga pokok produksi.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemprov Jatim bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian, dan pemerintah kabupaten/kota memperkuat penyerapan telur melalui program MBG dengan mewajibkan SPPG menambah porsi telur dalam menu makanan.

Selain itu, pemerintah juga mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi protein hewani, khususnya telur, guna membantu menyerap produksi peternak lokal.

Peternak mengumpulkan telur dari ayam ras petelur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (4/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Indyah menambahkan, peternak saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi akibat kenaikan harga jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak yang menyumbang sekitar 50–60 persen biaya produksi.

Untuk meringankan beban peternak, pemerintah menyiapkan program subsidi jagung melalui Bulog dan Bapanas. Melalui skema tersebut, peternak diharapkan dapat memperoleh jagung dengan harga sekitar Rp 5.000 per kilogram melalui koperasi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore