
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kualitas lahan food estate di Merauke, Papua, lebih baik dibandingkan Australia untuk pengembangan kawasan lumbung pangan nasional berbasis produksi skala besar.
Dalam kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) bertajuk "Ketahanan Pangan untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa" di Jakarta, Selasa, Airlangga mengatakan bahwa hal itu didukung penilaian sejumlah ahli yang menyatakan kualitas tanah di wilayah Papua, lebih baik dibandingkan lahan pertanian Australia.
"Kalau dari berbagai expert (ahli) dari Australia mengatakan tanah di Merauke dibandingkan Australia itu lebih baik sehingga mereka para ahli dari Australia juga percaya bahwa Merauke bisa dikembangkan menjadi lumbung pertanian," kata Airlangga.
Pemerintah, lanjut Airlangga, terus mendorong berbagai program strategis pangan, termasuk pengembangan food estate, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan impor komoditas strategis.
Dalam pengembangan food estate, Airlangga menegaskan pentingnya penerapan modern farming guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing pertanian nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika global.
Ia menjelaskan salah satu fokus pengembangan di Merauke adalah komoditas tebu yang terintegrasi dengan produksi etanol, sejalan dengan agenda transisi energi dan hilirisasi sektor pertanian nasional.
Para ahli dari Australia, kata Airlangga, meyakini lahan Merauke sangat potensial karena tebu diyakini sebagai tanaman indigenis Papua dengan adaptasi lingkungan yang baik dan produktivitas tinggi.
Berdasarkan kajian tersebut, mereka menilai dengan metode budidaya sama, hasil panen atau yield di Merauke berpotensi lebih tinggi dibandingkan Australia.
"Mereka melihat bahwa yield dan yang lain dengan metode yang sama. Merauke bisa menghasilkan lebih baik dari pada Australia. Nah inilah yang menjadi tantangan kita ke depan," ucapnya.
Airlangga menyebut potensi besar itu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk membangun sistem pangan terintegrasi dari hulu ke hilir berbasis kawasan food estate.
Selain biodiesel, pemerintah juga mendorong pengembangan etanol berbasis tebu untuk campuran bensin seperti E5 (etanol 5 persen) dan E10 (etanol 10 persen) guna mendukung ketahanan energi nasional.
Kebutuhan etanol untuk campuran tersebut diperkirakan mencapai dua hingga tiga juta kiloliter, yang dinilai ideal dipenuhi melalui produksi terintegrasi dari kawasan food estate Merauke.
Untuk mendukung intensifikasi, pemerintah memperkuat aspek pupuk, irigasi, mekanisasi, dan penyediaan bibit unggul sebagai fondasi peningkatan produktivitas pertanian modern.
Airlangga juga menegaskan riset bibit berbasis genom menjadi game changer yang harus didorong, karena menentukan daya saing produksi pangan dan energi Indonesia dalam jangka panjang berkelanjutan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022