
Ilustrasi seseorang yang di PHK. (freepik)
JawaPos.com- Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) seringkali menjadi ancaman besar yang menghantui banyak pekerja saat kondisi ekonomi sedang tidak menentu.
PHK bisa terjadi di mana saja, baik di sektor formal maupun sektor informal. PHK bisa menjadi semakin berat dikala perusahaan tidak mampu memberikan pesangon, sementara kebutuhan pekerja sehari-hari tetap harus dipenuhi.
Kondisi pemasukan yang berhenti total setelah anda terkena PHK, membuat banyak orang merasa kewalahan dan bingung bagaimana cara bertahan hidup sampai mendapatkan pekerjaan barunya.
Saat kondisi seperti inilah, memiliki dana darurat menjadi penting. Mempersiapkan dana darurat jauh sebelumnya sangat bermanfaat untuk menjadi penopang sementara saat terkena PHK.
Namun, ternyata dana darurat bukanlah satu-satunya hal yang dapat membantu anda. Ada berbagai langkah lain yang bisa dilakukan untuk tetap bisa bertahan hidup di masa-masa sulit tersebut.
Berdasarkan informasi dari Menaker Ida yang dikutip dari laman kemnaker.go.id, pemerintah telah menyediakan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan atau JKP yang memberikan manfaat berupa pemberian uang tunai, akses pasar kerja, serta kesempatan mendapatkan pelatihan kerja bagi peserta yang terkena PHK.
Selain itu, program tersebut masih ada berbagai upaya yang bisa anda lakukan untuk menjaga keberlangsungan hidup sampai mendapatkan pekerjaan baru, sebagaimana yang dikutip melalui laman stekom.ac.id.
Buat perencanaan keuangan
Pada saat kondisi PHK mengatur kondisi keuangan menjadi sangat krusial. Hal ini disebabkan pemasukan yang tidak lagi sebesar saat anda masih bekerja, bahkan pendapatan anda bisa tidak ada sama sekali. Sementara kebutuhan dan pengeluaran harus dipenuhi setiap hari. Pada tahap inilah anda harus menggunakan dana darurat secara bijaksana sebagai penopang sementara kebutuhan hidup.
Berhemat
Berhemat dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan paling prioritas seperti makan, gas LPG, air bersih, dan transportasi. Anda perlu berhemat sampai kembali memperoleh pekerjaan tetap. Memanfaatkan pesangon dan dana darurat seefisien mungkin dengan menahan diri untuk tidak membeli barang-barang yang bukan prioritas contohnya keinginan membeli baju baru, aksesoris, ataupun mainan.
Pergunakan dana darurat secara bijak
Dana darurat menjadi sumber utama yang bisa diandalkan saat pekerja mengalami PHK. Setelah dana darurat tidak mencukupi anda baru boleh menggunakan tabungan. Usahakan menyimpan dana darurat dalam bentuk uang tunai dan dalam jumlah yang tidak berlebihan. Cara ini akan mempermudah anda ketika harus menggunakannya segera dan membantu untuk menghindari pengeluaran yang tidak diperlukan.
Bangun jaringan profesional
Perluas koneksi profesional anda dengan menjalin informasi dengan rekan, keluarga, ataupun para profesional di dunia industri untuk mendapatkan informasi lowongan pekerjaan baru. Anda juga bisa memperluas relasi dengan mendatangi seminar ataupun diskusi online. Memanfaatkan platform seperti LinkedIn juga dapat membantu membuka jaringan baru dan meningkatkan anda untuk mendapatkan pekerjaan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
