
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Istimewa)
JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa salah baca data soal harga asli LPG 3 Kilogram (Kg).
Dalam paparan Menkeu Purbaya beberapa waktu lalu di DPR, harga asli LPG 3 kg disebut sebesar Rp 42.750 per tabung. Kemudian, ditanggung APBN senilai Rp 30.000 sehingga masyarakat bisa membayarnya sebesar Rp 12.750 per tabung.
Bahlil menilai, kesalahan Purbaya saat membaca data hanya persoalan penyesuaian saja. Meski begitu, Bahlil tidak menyebut harga asli LPG 3 kg yang sebenarnya.
"Itu mungkin Menkeu-nya salah baca data. Biasalah itu, ya mungkin butuh penyesuaian," kata Bahlil kepada wartawan di Jakarta, dikutip Jumat (3/10).
Selain itu Bahlil juga menuding bahwa Menkeu Purbaya salah baca data karena belum dikasih masukan oleh para Direktur Jenderal (Dirjen) hingga timnya.
"Mungkin Menkeu-nya belum dikasih masukan oleh dirjennya dengan baik atau oleh timnya," tuturnya.
Sementara, terkait besaran kompensasi LPG 3 Kg yang diberikan pemerintah pada tahun 2026 mendatang, masih dalam rancangan.
Namun, Bahlil memastikan penyaluran subsidi tahun depan akan mengacu pada Data Tunggal Ekonomi Sosial Nasional (DTSEN).
"BPS itu kan kerja sama dengan tim di ESDM. Mungkin Pak Menteri Keuangannya belum baca data ya," bebernya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022