Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Istimewa).
JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi sebesar 4,75 persen dari sebelumnya 5,00 persen usai menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Senin-Selasa, 15-16 September 2025.
"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 15-16 September 2025 memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,5 persen," kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam konferensi pers secara daring, Rabu (17/9).
Dia menjelaskan, keputusan ini sejalan dengan upaya bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga tetap rendahnya perkiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 yang rendah dalam sasaran 2,5±1 persen.
Selain itu juga dilakukan sebagai upaya mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi dalam memanfaatkan peluang penurunan BI Rate dengan mempertimbangkan stabilitas nilai tukar rupiah.
"Sejalan dengan itu, ekspansi likuiditas moneter dan kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk menurunkan suku bunga, meningkatkan likuiditas dan mendorong kredit pembiayaan bagi pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," jelasnya.
Selanjutnya, Perry juga mengungkapkan bahwa kebijakan sistem pembayaran juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital. Kemudian, penguatan infrastruktur dan daya tahan infrastruktur sistem industri pembayaran.
Arah bauran kebijakan moneter dan makroprudensial serta sistem pembayaran turut mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mempertahankan stabilitas tersebut dengan didukung langkah-langkah kebijakan.
Salah satunya, penguatan strategi operasi moneter pro-market guna makin memperkuat efektivitas transmisi penurunan suku bunga, meningkatkan likuiditas, dan mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing (valas).
"Dengan menyesuaikan struktur suku bunga instrumen moneter dan swap valas sejalan dengan ekspansi likuiditas moneter dan untuk mempercepat efektivitas penurunan suku bunga deposito dan kredit perbankan," tutupnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022