Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam rapat dewan komisioner bulanan OJK, Kamis (4/9). (Foto: Youtube OJK TV).
JawaPos.com - Stabilitas sektor jasa keuangan nasional masih terjaga di tengah gejolak global dan domestik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja industri keuangan tetap solid. Dari sisi intermediasi, pasar modal, maupun likuiditas lembaga jasa keuangan (LJK).
Hal itu sejalan dengan membaiknya proyeksi ekonomi global. International Monetary Fund (IMF) dalam laporan terbarunya merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia. Untuk 2025, diperkirakan tumbuh 3 persen, naik 20 basis poin (bps). Sedangkan di 2026, naik 10 bps menjadi 3,1 persen.
World Trade Organization (WTO) juga mencatat perbaikan. Tahun ini, perdagangan global diperkirakan tumbuh 0,9 persen. Berbalik arah dari proyeksi sebelumnya yang minus 0,2 persen.
Perbaikan itu didorong beberapa faktor. Di antaranya, front loading menjelang kenaikan tarif serta tarif efektif Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari rencana awal, perbaikan kondisi likuiditas global, serta kebijakan fiskal yang akomodatif. Ekspektasi pelonggaran moneter di negara-negara utama juga memberi sentimen positif ke pasar keuangan.
"Sehingga mendukung penguatan pasar keuangan serta aliran dana ke emerging markets, termasuk Indonesia," ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam rapat dewam komisioner bulanan OJK, Kamis (4/9).
Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi tetap berada di jalur positif. Kinerja intermediasi di sektor keuangan meningkat. Pasar modal juga bergairah. Indeks harga saham gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi 8.000 yang ditutup di level 7.952,088 pada Kamis (28/8). Melampaui rekor sebelumnya di level 7.943,825 pada Rabu (20/8).
"Meskipun dinamika dalam negeri dalam sepekan terakhir ini berdampak berbatas pada volatilitas pasar saham," imbuhnya.
OJK bersama pelaku industri dan asosiasi terus melakukan pemantauan dan asesmen mendalam terkait kondisi terkini. Langkah ini ditempuh agar opsi kebijakan yang diambil tepat sasaran dan berbasis data akurat. Juga agar dapat melakukan langkah-langkah antisipatif untuk memastikan tetap melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.
"Koordinasi dan sinergi dengan seluruh anggota KSSK juga terus diperarat dalam menjaga dan memitigasi potensi risiko yang dapat mengganggu stabilitas sektor jasa keuangan secara keseluruhan," tandasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
