
Karyawan berada di dekat layar pegerrakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/6/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pasar saham Indonesia masih betah berada di zona merah, pada perdagangan Jumat (29/8). Pada penutupan sesi pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok mencapai 2,27 persen atau 180 poin ke level 7.771.
Namun kemudian, pada perdagangan awal sesi kedua, IHSG merangkak naik dikit demi sedikit ke level 7846 atau turun 1,32 persen. Pada perdagangan sesi kedua sebanyak 98 saham tercatat menguat, 642 saham melemah, dan 60 saham tidak mengalami pergerakan alias stagnan.
Merespons pelemahan IHSG dan rupiah tersebut, Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan pelemahan IHSG dan rupiah dipicu oleh tensi politik di tanah air pasca demonstrasi kemarin, Kamis (28/8). Pada siang hari, demo tersebut masih cukup damai, namun kemudia memburuk saat sore hingga terjadi chaos.
Terlebih, demonstrasi tersebut makin memanas ketika ada salah satu demonstran dari Gojek tertabrak barayuda dari Brimob.
"Ini yang membuat ketegangan tersendiri bagi masyarakat di sekitarnya. Sehingga kematian dari demonstran ini membuat pasar kembali bergemuruh," kata Ibrahim kepada JawaPos.com, Jumat (29/8).
Lebih lanjut, dia mengatakan sebenarnya pemerintah pun juga kepolisian tidak menginginkan adanya demonstrasi yang mengakibatkan meninggalnya seseorang. Tapi, kata dia, situasi yang tidak kondusif membuat terjadinya satu kecelakaan yang mengakibatkan demonstran meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
"Nah ini yang sebenarnya berdampak negatif terhadap indeks harga saham gabungan, yang terus mengalami penurunan," jelasnya.
Dengan melihat sentimen internal ini, Ibrahim menargetkan bahwa IHSG akan anjlok ke level 3 persen sampai akhir perdagangan pada pukul 16.00 WIB, yaitu di level 7771,29.
Terkait kondisi IHSG yang memerah ini, Ibrahim mengungkapkan sejumlah tips bagi para investor. Ia menekankan bahwa penurunan ini hanya bersifat sementara, utamanya karena pasar kaget dengan kematian salah satu demonstran.
Bahkan efeknya luar biasa, tak hanya bagi pasar dalam negeri, tetapi juga turut berdampak pada pasar luar negeri.
"Sehingga apa yang harus dilakukan oleh para investor harus berhati-hati, pelan-pelan biar tahu bahwa penurunan ini hanya bersifat sementara," ujar Ibrahim.
Sehingga, kata dia, ada kemungkinan besar pada pekan depan IHSG sudah kembali lagi normal. Meski begitu, ia menilai IHSG yang memerah menjadi momen untuk para investor melakukan pembelian terhadap saham yang jatuh ke harga rendah.
"Penurunan indeks harga saham gabungan inilah kesempatan bagi para investor untuk melakukan pembelian terhadap saham-saham pada saat harga terendah," pungkasnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
