
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) bersama Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah (kanan) bersiap mengikuti Rapat Kerja bersama Banggar DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/7/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Komisi XI DPR RI menyoroti penurunan drastis terkait pos anggaran transfer daerah yang tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Berdasarkan dokumen RAPBN, transfer daerah tercatat turun sebesar Rp 214 triliun atau 24,7 persen menjadi Rp 650 triliun.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie Othniel Frederic menyebut penurunan ini sebagai yang terbesar sepanjang sejarah transfer anggaran ke daerah. "Yang memegang rekor dunia ini adalah Transfer ke Daerah, turun 24,7 persen. Penurunan terbesar sepanjang sejarah transfer ke daerah dalam APBN," kata Dolfie dalam rapat kerja Badan Anggaran dengan Pemerintah dan Bank Indonesia, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8).
Dolfie menilai penurunan TKD tersebut menunjukkan adanya pergeseran anggaran ke pemerintah pusat. Ia mempertanyakan ke mana pos anggaran itu dialihkan. "Dimana belanja pemerintah pusat angka ini masuk? Sebagian besar masuk di BA BUN lainnya," tegasnya.
Berdasarkan data DPR, Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) tahun 2026 meningkat signifikan menjadi Rp 525 triliun dari sebelumnya Rp 358 triliun. Dolfie mempertanyakan, anggaran sebesar itu dikelola langsung oleh pemerintah tanpa pembahasan bersama DPR.
"Rp 525 triliun yang digunakan direncanakan sendiri, digunakan sendiri, tanpa dibahas bersama DPR. Katanya kita mau transparan, accountable," ujarnya.
Ia juga menilai dalam RUU APBN 2026, keterlibatan DPR untuk mencermati penggunaan BA BUN justru dihapus. "Artinya apa Rp 525 triliun ini, pemerintah sendiri menggunakan untuk apa aja silakan. Nah ini yang menurut saya tidak memiliki rasa keadilan dan kepatutan," tegasnya.
Karena itu, Dolfie pun mendesak agar pemerintah membuat kriteria dan syarat jelas dalam pembahasan besaran BA BUN. Menurutnya, tidak tepat bila anggaran tersebut sepenuhnya bergantung pada diskresi pemerintah.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
