Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 05.10 WIB

76.700 Ton Gula Kristal Tak Laku, Petani Tebu Jatim Ancam Mogok Massal

Forum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) di Surabaya mengeluhkan stok gula kristal yang tak laku di pasaran. (istimewa) - Image

Forum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) di Surabaya mengeluhkan stok gula kristal yang tak laku di pasaran. (istimewa)

JawaPos.com - Ratusan petani tebu di Jawa Timur sedang terpuruk. Bagaimana tidak, puluhan ribu ton gula kristal putih (GKP) kini tak laku di pasaran. Banyak faktor yang membuat gula para petani tak terserap.

Salah satunya karena maraknya gula kristal rafinasi (GKR) impor. Produk ini seharusnya hanya untuk kebutuhan industri, seperti pabrik es krim. Sementara gula petani memang dijual untuk konsumen rumah tangga.

Sekjen DPP Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Sunardi Edi Sukamto mengatakan bahwa hingga saat ini, ada 76.700 ton gula hasil petani Jawa Timur yang tidak terserap pasar.

"Kami sudah kewalahan luar biasa. Jadi sulit meneruskan tebang angkut dan pembiayaan di kebun kami sudah putus-putus bahkan beberapa pabrik gula (PG) ini sudah tidak bisa giling," ujar Sunardi di Surabaya, Jumat (15/8).

Dalam sebuah forum di Surabaya, ratusan petani tebu membagikan uneg-uneg mereka. Para petani mengeluh sudah tidak sanggup menjalankan operasional karena stok gula yang menumpuk di gudang.

Sunardi menagih janji Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) yang katanya akan membantu menyerap gula petani. Salah satunya dengan pencairan data Rp 1,5 triliun dari Danantara untuk membeli gula petani.

Namun jika janji dari pemerintah soal Danantara membeli gula ke Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), ternyata hanya omong kosong, petani tebu di Jatim mengancam akan mogok massal.

"Kalau dana itu tidak cair dan pemerintah tidak serius merawat petani, maka Indonesia hanya mimpi swasembada gula, karena pemerintah tidak serius menangani (kesejahteraan) petani," sambungnya.

Sunardi menyebut seluruh DPC APTRI di Jawa Timur satu suara menuntut pemerintah segera bertindak, sesuai janji-janji kepada petani tebu. Jangan harap swasembada gula jika petani saja tidak sejahtera.

"Selama 8 periode, panen kami tidak cair hingga gula menumpuk di gudang. Kami harap  menyelesaikan konkret dari Agustus sampai November ini dari pemerintah secara tuntas," seru Sunardi.

Para petani meminta pemerintah melindungi produk hilir berupa gula kristal putih sebagai gula konsumsi. Mereka berharap negara dapat hadir membela produk petani agar terserap di pasaran dan berkelanjutan.

"Jika anggaran Rp 1,5 Triliun yang dijanjikan tidak terealisasi, mungkin kami tidak menanam tebu, dan kami lakukan aksi demonstrasi besar-besaran, kami petani tebu akan mogok massal," tukas Sunardi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore