
Mentrans M Iftitah Sulaiman Suryanegara di acara China-Indonesia Promotional Event untuk Peluncuran Edisi Bahasa Inggris buku "Xi Jinping: The Governance of China (Volume V)/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com — Upaya mendorong swasembada pangan terus diperkuat melalui pengembangan kawasan transmigrasi. Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menilai, potensi lahan dan tenaga kerja di kawasan ini menjadi modal utama untuk menopang produksi pangan nasional, termasuk di luar komoditas padi.
Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanegara mengatakan langkah kolaboratif lintas kementerian sudah berjalan untuk mempercepat program tersebut.
“Sudah berjalan. Kami sudah ada MOU dengan Kementerian Pertanian, sudah ada MOU juga dengan kementerian-kementerian lainnya; Kementerian Desa, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian ATR/BPN untuk penyediaan lahannya dan sebagainya, termasuk dengan KKP,” ujarnya di Jakarta, Selasa (28/4).
Ia menegaskan, konsep swasembada pangan tidak lagi terbatas pada produksi beras semata, tetapi juga mencakup sektor lain seperti perikanan.
“Jadi swasembada pangan tidak terbatas hanya kepada masalah padi saja, tapi juga sekarang misalkan ikan, perikanan dan sebagainya. Itu juga yang sedang kami kembangkan dan sedang berjalan, sudah juga ada hasilnya di beberapa tempat,” katanya.
Kontribusi kawasan transmigrasi terhadap produksi pangan disebut sudah terlihat di sejumlah daerah. Untuk komoditas padi, misalnya, sebagian besar produksi di beberapa wilayah berasal dari kawasan transmigrasi.
“Misalkan untuk padi saja, ketika misalkan Menteri Pertanian mengatakan swasembada beras misalkan, itu ada beberapa tempat titik seperti di Sumatera Selatan, 40 persen padinya disumbang dari kawasan transmigrasi. Juga misalkan di Merauke, itu hampir lebih dari 60 persen disumbang dari kawasan transmigrasi. Jadi seperti durian, itu untuk Parigi Moutong saja 80 persen dari kawasan transmigrasi,” jelasnya.
Menurutnya, kekuatan utama kawasan transmigrasi terletak pada ketersediaan lahan dan sumber daya manusia.
“Kekuatan kami itu dua: satu adalah lahannya karena untuk menanamkan butuh lahan, kemudian yang kedua adalah tenaga kerjanya para transmigran itu sendiri,” ungkapnya.
Dalam kerangka transformasi transmigrasi, pemerintah kini memperkuat tiga aspek utama, yakni peningkatan pengetahuan dan teknologi, investasi, serta akses pasar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022