Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 20.46 WIB

BPS: Penduduk Miskin RI Banyak di Jawa, Paling Sedikit di Kalimantan

Pemulung memilah sampah di Pintu Air Manggarai, Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah penduduk miskin di September 2022 sebesar 26,36 juta orang, meningkat 0,20 juta orang atau 200 ribu jiwa dibanding Maret 2022 dan menurun 0,14 juta ora - Image

Pemulung memilah sampah di Pintu Air Manggarai, Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah penduduk miskin di September 2022 sebesar 26,36 juta orang, meningkat 0,20 juta orang atau 200 ribu jiwa dibanding Maret 2022 dan menurun 0,14 juta ora

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Per Maret 2025, terdapat 12,56 juta orang miskin di pulau terpadat tersebut, atau setara dengan 52,66 persen dari total penduduk miskin nasional.

“Jumlah penduduk miskin masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sebanyak 12,56 juta penduduk miskin berada di Pulau Jawa, atau kontribusinya sekitar 52,66 persen terhadap total jumlah penduduk miskin nasional,” ujar Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (25/7).

Sementara itu, wilayah dengan jumlah penduduk miskin paling sedikit adalah Pulau Kalimantan, yakni sebanyak 0,89 juta orang atau sekitar 3,75 persen dari total nasional.

Ateng menambahkan, jika dibandingkan antara Maret 2025 dan September 2024, hampir seluruh wilayah mengalami penurunan jumlah maupun persentase penduduk miskin.

“Penurunan paling besar terjadi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, yakni sebesar 0,22 persen poin. Namun, ada pengecualian di wilayah Maluku dan Papua yang justru mencatatkan peningkatan angka kemiskinan sebesar 0,28 persen poin,” jelasnya.

Garis Kemiskinan Naik

Dalam kesempatan yang sama, BPS juga menyampaikan bahwa garis kemiskinan nasional per Maret 2025 tercatat sebesar Rp609.160 per kapita per bulan. Angka ini naik 2,34 persen dibandingkan dengan posisi September 2024.

Garis kemiskinan menjadi acuan untuk menentukan status penduduk miskin, yakni mereka yang memiliki pengeluaran di bawah angka tersebut setiap bulannya.

Secara lebih rinci, garis kemiskinan di wilayah perkotaan tercatat sebesar Rp629.561 per kapita per bulan, sedangkan di pedesaan sebesar Rp580.349. Garis kemiskinan di desa tercatat meningkat 2,42 persen dibandingkan dengan September 2024.

Adapun secara keseluruhan, total jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2025 mencapai 23,85 juta orang, atau menurun sebanyak 0,2 juta orang dibandingkan dengan September 2024. 
 
 
 
 
 
 

 
 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore