
Ilustrasi kendaraan mengantre masuk ke kapal di Pelabuhan Merak Banten. (Istimewa)
JawaPos.com-Arus mudik Lebaran 2026 melalui jalur penyeberangan Jawa–Sumatera mulai menunjukkan peningkatan sejak sepuluh hari sebelum Hari Raya. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lebih dari 311 ribu penumpang telah menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera hingga H-5 Lebaran.
Meski volume pergerakan terus bertambah, kondisi layanan penyeberangan di sejumlah pelabuhan utama seperti Merak, Ciwandan, dan Bojonegara diklaim masih terpantau ramai namun tetap lancar dan terkendali.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan situasi di kawasan pelabuhan penyeberangan Jawa–Sumatera hingga saat ini masih kondusif tanpa antrean panjang di luar area pelabuhan.
Menurutnya, kendaraan logistik di Pelabuhan BBJ Bojonegara serta pemudik yang menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi di Pelabuhan Merak maupun Ciwandan tetap dapat terlayani dengan baik tanpa penumpukan berarti.
Data Posko Merak mencatat, pada Senin (16/3) atau H-5 Lebaran hingga pukul 12.00 WIB, jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 41.702 orang. Angka ini turun sekitar 11,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 47.193 orang.
Sementara itu, pergerakan kendaraan menunjukkan tren yang bervariasi. Kendaraan roda dua tercatat 4.241 unit, naik 11,6 persen dibandingkan tahun lalu. Sedangkan kendaraan roda empat mencapai 5.539 unit, turun 23,1 persen.
Untuk kendaraan logistik berupa truk tercatat 743 unit atau turun 23,4 persen, sementara bus meningkat 12,3 persen menjadi 274 unit. Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang menyeberang pada periode tersebut mencapai 10.797 unit.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan peningkatan aktivitas penyeberangan menjelang Lebaran merupakan pola tahunan yang selalu terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang hendak pulang kampung.
“Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3). Karena itu kami sudah menyiapkan berbagai langkah operasional serta berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar layanan penyeberangan tetap optimal,” ujar Heru.
