Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Juni 2025 | 20.13 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus 60 Bulan Berturut-turut, Per April 2025 Tercatat Senilai USD 0,16 Miliar

Ilustrasi angkutan peti kemas pada aktivitas ekspor impor. (Istimewa)

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus selama 60 bulan berturut-turut. Per April 2025 neraca perdagangan surplus senilai USD 0,16 miliar.

"Pada April 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar USD 0,16 miliar USD dan neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 60 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini di Kantor Pusat BPS, Senin (2/6).

Lebih lanjut, Pudji menjelaskan bahwa surplus pada April 2025 lebih ditopang oleh komoditas non-migas sebesar USD 1,51 miliar. Adapun komoditas utama penyumbang surplus adalah bahan bakar mineral atau HS 27.

Kemudian, lemah dan minyak hewani atau nabati (HS 15) serta besi dan baja atau HS 71. Meski begitu, Pudji mengatakan bahwa pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit USD 1,35 miliar dengan komoditas penyumbang, yakni hasil minyak dan minyak mentah.

Untuk diketahui, neraca perdagangan yang surplus terjadi lantaran nilai ekspor Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan dengan nilai impornya.

Dalam catatan BPS, ekspor Indonesia pada April 2025, nilai ekspor mencapai USD 27,74 miliar atau naik 5,76 persen dibandingkan April 2024.

Nilai ekspor migas tercatat senilai USD 1,17 miliar atau turun 13,38 persen. Nilai ekspor non-migas tercatat naik sebesar 7,17 persen dengan nilai USD 19,57 miliar.

"Peningkatan nilai ekspor April 2025 secara tahunan, terutama didorong oleh kenaikan nilai ekspor non-migas, yaitu pada komoditas mesin dan perlengkapan elektrik, serta bagiannya atau HS85 yang naik 59,67 persen dengan andil 3,01 persen," jelas Pudji.

Sementara itu, pada April 2025, total ekspor non-migas sebesar USD 19,57 miliar yang jika dirinci terdiri dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi sebesar USD 0,48 miliar.

"Kemudian sektor pertambangan dan lainnya berkontribusi USD 3,15 miliar, dan sektor industri pengolahan sebesar USD 15,95 miliar," rincinya.

Sementara itu, pada April 2025, total nilai impor mencapai USD 20,59 miliar atau naik 21,84 persen dibandingkan April 2024. Nilai impor migas sebesar USD 2,52 miliar atau turun 15,57 persen secara tahunan.

Sementara itu, impor non-migas sebesar 18,07 miliar USD dan mengalami peningkatan secara tahunan yaitu sebesar 29,86 persen. "Peningkatan nilai impor secara tahunan ini didorong oleh kenaikan impor non-migas yaitu dengan andil kenaikan sebesar 24,59 persen," pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore