
ILUSTRASI BANK EMAS. (AI/AGUNG KURNIAWAN/JAWA POS)
JawaPos.com - Indonesia termasuk negara penghasil emas terbesar di dunia. Namun, manfaat hasil tambang itu belum bisa dimaksimalkan sebagai neraca keuangan. Mulai tahun depan, pemerintah menjadikan logam mulia sebagai produk unggulan hilirisasi. Bahkan dikembangkan melalui bullion bank alias bank emas.
Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, telah beroperasi pada September lalu. Selain tembaga, produk dari pengolahan hasil tambang tersebut adalah emas. Dan, ini kali pertama Indonesia memproduksi logam mulia sejak Freeport mengolah pertambangan di Papua pada 1967.
Hasil emasnya pun berkisar 60 juta ton per tahun. Merujuk data Nasdaq, produksi emas RI masuk delapan besar dunia. Potensi hilirisasi itu pun harus dimaksimalkan. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyuarakan pembentukan bullion bank.
’’Dulu, stok emas kita hanya ditaruh di gudang penyimpanan dan kita hanya mencatat tonasenya, tidak nilainya. Bank-bank lain, termasuk di Singapura, menaruh emasnya ke dalam neraca keuangan,” paparnya.
Usulan Airlangga pun bergayung sambut. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bullion. Yakni, kegiatan usaha yang berkaitan dengan emas dalam bentuk simpanan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas yang dilakukan lembaga jasa keuangan.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menambahkan, Indonesia siap memiliki bank emas. Apalagi, RI mampu memproduksi emas. Terlebih, ada kolaborasi antara PT Antam Tbk dan PTFI mengolah emas batangan di Indonesia. ’’Yang selama ini kebanyakan raw material kita kirim ke luar negeri, tapi sekarang kan sudah bisa diproses di dalam negeri,” tuturnya.
Dewan Emas Nasional
Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Ahmad Nasrullah mengungkapkan pentingnya pengaturan dan pengawasan yang komprehensif dalam ekosistem tersebut. Konsep bullion bank di Indonesia dirancang untuk mengoptimalkan cadangan emas di masyarakat. ’’Konsep bullion ini kita capture dari best practice internasional,” ungkapnya di Jakarta kemarin (13/12).
Untuk melengkapi ekosistem tersebut, Bank Indonesia (BI) tentu berkepentingan karena ada kaitannya dengan jasa kustodian, cadangan emas, dan segala macam untuk stabilisasi nilai rupiah. Sementara itu, OJK mengawasi lembaga-lembaga jasa keuangan yang menyelenggarakan kegiatan usaha bullion.
Salah satu elemen penting yang masih dibutuhkan dalam ekosistem itu adalah pembentukan Dewan Emas Nasional. Bisa terdiri atas BI, OJK, Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, dan lembaga terkait lainnya. ’’Dewan Emas Nasional ini perlu ada. Di negara lain pun sama. Nanti, tugasnya menyusun regulasi maupun pengawasannya secara keseluruhan. Jadi, bukan hanya dari aspek keuangannya,” ucapnya.
Menurut Nasrullah, konsep bullion bank tidak hanya mengoptimalkan logam mulia yang ada di masyarakat. Tapi, juga memberikan alternatif penyimpanan emas yang lebih aman dan produktif. ’’Ketimbang menyimpan di rumah atau di brankas, lebih baik disimpan di bank emas, seperti kita menyimpan uang di bank,’’ ujarnya.
Hemat Devisa
Dengan adanya bullion bank, lanjut Nasrullah, emas yang disimpan dapat disalurkan ke masyarakat dalam bentuk pinjaman atau untuk mendukung industri seperti pabrik emas. Dengan begitu, Indonesia dapat menghemat devisa negara. Saat ini banyak industri manufaktur yang kesulitan mendapatkan logam mulia dalam negeri. Mereka harus mengimpor emas batangan.
’’Selama ini, kita ekspor dalam bentuk bijih emas. Tapi, ketika mengimpor, bentuknya emas batangan. Itu salah satu yang menjadi potensi, kenapa tidak emas yang sekarang berada di masyarakat dioptimalkan? Begitu salah satu spiritnya,” beber Nasrullah.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
