
ilustrasi produksi baja nasional.
JawaPos.com - Produksi baja Indonesia saat ini tercatat hanya 8 juta ton per tahun. Jumlah ini terbilang sedikit dengan jumlah penduduk Tanah Air yang hampir menyentuh angka 282 juta jiwa, demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT Inerco Global International, Hendrik M. Kawilarang Luntungan dalam keterangan tertulis yang diterima.
"Sedangkan di Korea Selatan, produksi bajanya 30 juta ton per tahun, di mana jumlah penduduk mereka hanya 52 juta jiwa. Indonesia harus membangun industri baja terintegrasi, sampai mencapai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) lebih dari 90%. Dengan demikian, negara bisa mandiri dan menghemat devisa," ujar Hendrik.
Menyikapi ini, Hendrik menuturkan bahwa Inerco akan terus melakukan berbagai investasi di industri baja. Tidak hanya untuk industri migas, tapi juga untuk alutsista dan otomotif.
"Hal ini akan mampu kita lakukan seiring dengan konsistensi kebijakan pemerintah yang berpihak untuk industri nasional, khususnya mengenai TKDN," ujarnya.
Menurut Hendrik, negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada yang dulu mencanangkan globalisasi sekarang beramai-ramai menutup diri dari serangan produk impor guna melindungi industri dalam negeri mereka.
Di lain pihak, Tiongkok sudah tidak menarik lagi seiring dengan meningkatnya ekonomi negara tersebut yang menyebabkan pembengkakan biaya tenaga kerja. "Ini membuat negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Vietnam, Thailand dan Malaysia menjadi menarik sebagai destinasi investasi dunia, terutama investasi industri," katanya.
"Yang dibutuhkan bagi kita adalah stabilitas politik dan stabilitas ekonomi. Pemerintah harus bisa menjaga harga pangan dan energi. Ini kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Seiring dengan itu maka investasi otomatis akan menjadi sehat dimana perusahaan-perusahaan akan menikmati stabilitas profit," sambungnya.
Baca Juga: 2 Zodiak Ini Akan Putus Cinta dan Membuka Lembaran Baru yang Lebih Baik di Bulan September 2024
Lebih jauh ia memaparkan, Tiongkok bisa berkembang di tahun 2000-an karena pemerintahnya menstabilkan harga pangan dan energi. "Kemudian disusul dengan pembangunan infrastruktur yang masif. Tahun 2006 ke atas, Tiongkok berhasil mengalami pertumbuhan ekonomi diatas 8%," katanya.
Untuk membuat industri baja kembali menggeliat, Hendrik menuturkan, Inerco telah menjalin kerja sama dengan PT Krakatau Steel. Menurutnya, kerja sama yang telah bergulir sejak Maret 2021 ini sangat strategis dan menjadi titik tolak setelah industri baja sempat lesu akibat pandemi.
"Kami sudah menjalankan kerja sama dengan anak usaha Krakatau Steel sebelumnya dan kali ini kami berkesempatan langsung bekerja sama dengan induknya," ungkap Hendrik.
Ia berharap, kerja sama teranyar ini bisa mengembangkan Krakatau Steel dan anak usahanya ke level proyek yang lebih besar dan dengan cakupan yang lebih luas. "Semoga dapat saling mengembangkan kemajuan perusahaan untuk kedua belah pihak," kata Hendrik.
Suasana penandatanganan antara PT Inerco Global International dan PT Artas Energi Petrogas terkait dengan pengoperasian pabrik pipa "seamless" di Kota Cilegon, Banten. (Istimewa)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022