
JADI SOROTAN: Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPUBC TMP) C Soekarno-Hatta, Tangerang, memusnahkan 2.565 boks milk bun sitaan petugas.
JawaPos.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) me-warning para pelaku usaha jasa titip (jastip) dari luar negeri. Mereka diminta menaati aturan membawa makanan atau obat dari luar negeri (LN) ke dalam wilayah Indonesia.
Sesuai dengan Peraturan BPOM Nomor 28 Tahun 2023, makanan atau obat yang boleh dibawa dari LN hanya untuk konsumsi pribadi dan bobotnya tidak lebih dari 5 kilogram, kecuali ada izin dari BPOM. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut bisa berakibat penyitaan dan pemusnahan oleh Bea Cukai.
”Jelas disampaikan batas untuk kebutuhan pribadi hanya 5 kg. Lebih dari itu harus mendapat izin edar. Jika tidak ada izin edar, akan ditindak sesuai dengan ketentuan,” tegas Plt Direktur Pengawasan Peredaran Pangan Olahan BPOM Didik Joko Pursito.
Warning tersebut disampaikan BPOM menyikapi masuknya jajanan khas Thailand bernama milk bun dalam jumlah besar. Milk bun memang sedang viral di media sosial. Roti itu sering menjadi oleh-oleh hingga dijual kembali. Namun, jajanan tersebut masuk melalui pelaku usaha jastip.
Didik menegaskan, warning itu berlaku untuk semua produk, bukan hanya milk bun. Dia menambahkan, maraknya produk pangan yang masuk melalui jastip dalam jumlah fantastis telah menyalahi aturan.
”Bandara Soekarno-Hatta ini menjadi salah satu pintu masuk makanan dari luar negeri,” bebernya. Selama Februari saja, Bea Cukai Soekarno-Hatta telah mencegat 2.564 piece milk bun. Beratnya sekitar 1 ton dengan nilai sekitar Rp 400 juta. Jajanan sebanyak itu disita hanya dari barang bawaan milik 33 penumpang.
Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta Gatot Sugeng Wibowo mengungkapkan, jika tidak terdapat izin dari BPOM, jajanan apa pun akan ditindak. ”Mereka itu kadang sudah pesan dan dibelikan di Thailand,” ungkapnya.
Dia menegaskan, pemusnahan tersebut merupakan upaya untuk melindungi ekonomi dalam negeri. Diharapkan, masyarakat mengonsumsi produk dalam negeri, terutama produk dari UMKM yang menurut Gatot bisa memproduksi jajanan yang sama. ”Ini juga terkait dengan kesehatan masyarakat. Kalau dilepas dan ada yang sakit, akan jadi masalah,” katanya.
Selain di Jakarta, demam milk bun merambah banyak daerah. Kantor Satuan Pelayanan Karantina Bandara Kualanamu, Medan, telah menyita 694 piece milk bun dari 11 penumpang.(lyn/c14/oni)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
