Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Oktober 2023 | 01.37 WIB

Upaya BUMN Holding Pertambangan untuk Terus Mengejar Hilirisasi Komoditi Mineral

Ilustrasi proses pengolahan bahan tambang. - Image

Ilustrasi proses pengolahan bahan tambang.

JawaPos.com - BUMN Holding Industri Pertambangan Mining Industry Indonesia  atau Mind Id mengemban tugas sebagai induk perusahaan pertambangan milik negara untuk memaksimalkan hilirisasi industri pertambangan di Indonesia.

Direktur Utama Mind Id Hendi Prio Santoso mengatakan bahwa hilirisasi merupakan salah satu dari tiga mandat yang diberikan pemerintah . Tiga hal itu meliputi pengelolaan cadangan dan sumber daya strategis, hilirisasi, dan mempunyai kepemimpinan pasar yang terwujud melalui optimalisasi komoditas mineral serta ekspansi bisnis.

"Adanya hilirisasi industri pertambangan ini dapat memperkuat struktur industri hingga memberikan nilai lebih untuk Indonesia. Dengan adanya hilirisasi, Mind Id mampu menyediakan lapangan pekerjaan," ucap Hendi (6/10).

Komitmen Mind Id terhadap hilirisasi merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi “Indonesia Maju” sesuai dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir selama empat tahun kepemimpinannya.

Hilirisasi adalah strategi penting dalam pengembangan industri dan ekonomi Indonesia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan pada impor.

“Mind Id sebagai perusahaan BUMN yang berperan dalam sektor pertambangan, memiliki tanggung jawab dan komitmen yang kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bangsa. Dengan fokus pada hilirisasi, kami berupaya mengembangkan industri-industri turunan yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi negara dan masyarakat Indonesia,” kata Hendi.

Melalui anggota perusahaannya yakni PT Antam Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Freeport Indonesia, PT Inalum, dan PT Timah Tbk., Mind ID terus berupaya melakukan hilirisasi industri pertambangan dengan tujuan memberikan nilai lebih untuk Indonesia di sektor pemanfaatan minerba.

Salah satunya adalah pembangunan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek SGAR ini dimiliki oleh cucu perusahaan Mind Id, PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) dengan proses pengerjaan oleh Konsorsium China Aluminium International Engineering Co. Ltd., (Chalieco) bersama dengan PT PP.

Pabrik peleburan alumina tersebut dimaksudkan melengkapi rantai pasok antara mineral bijih bauksit di Kalimantan Barat dengan pabrik peleburan aluminium milik PT Inalum. SGAR memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun dengan estimasi bahan baku bauksit sebanyak 3,3 juta ton per tahun.

Proyek dengan dana sebesar USD 831 juta tersebut akan mulai beroperasi pada 2025. "Ini menjadi keuntungan bagi Indonesia di mana dengan adanya SGAR ini kita tidak usah mengirim dulu bijih bauksit ke luar negeri untuk dijadikan alumina sebagai bahan baku pembuatan aluminium," kata Hendi.

Inalum juga berhasil meningkatkan kapasitas produksi aluminium melalui anak perusahaannya, Indonesia Aluminium Alloy (IAA) yang kini sudah melakukan soft commissioning. Jadi, ini memastikan mesin-mesinnya siap beroperasi dalam mendaur ulang aluminium.

Selain itu, dalam koridor industri pertambangan, Mind Id melalui PT Antam berhasil membangun smelter feronikel berkapasitas 13.500 ton nikel dalam feronikel (TNi) di Halmahera Timur, Maluku Utara. Proses pengerjaan proyek tersebut sudah mencapai 98 persen dan diharapkan bakal beroperasi pada akhir 2023.

Saat smelter feronikel Haltim sudah resmi beroperasi, maka akan bisa menambah portofolio total kapasitas produksi terpasang feronikel tahunan PT Antam menjadi 40.500 TNi.

Selanjutnya, anggota grup MIND ID, PT Timah Tbk., telah membangun smelter Top Sumberge Lance (TSL) Ausmelt Furnace di Kawasan Unit Metalurgi Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Dengan beroperasinya smelter TSL Ausmelt Furnace tersebut, dapat mendorong percepatan hilirisasi dalam negeri untuk konteks ketersediaan mineral timah sebagai komoditas pertambangan.

TSL Ausmelt Furnace merupakan salah satu bentuk transformasi dan inovasi teknologi pengolahan timah kadar rendah. Sebelumnya, PT Timah Tbk., tidak menggunakan Reverberatory Furnace sebagai teknologi pengolahan.

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore