Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Agustus 2023 | 01.30 WIB

Anak Usaha PLN Optimistis Pengguna Mobil Listrik Bakal Meningkat, Alasannya Bebas Ganjil Genap

Direktur Operasi PT Haleyora Power, Diksi Erfani Umar (kanan) saat ditemui di Kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (2/8). - Image

Direktur Operasi PT Haleyora Power, Diksi Erfani Umar (kanan) saat ditemui di Kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (2/8).

JawaPos.com - Anak usaha PT PLN (Persero), PT Haleyora Power mengaku optimistis bahwa pengguna mobil listrik akan terus meningkat. Salah satunya didorong oleh kebijakan pemerintah, seperti di Jakarta yang memberi insentif kepada mobil listrik berupa bebas ganjil genap.

Direktur Operasi PT Haleyora Power, Diksi Erfani Umar mengatakan insentif tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah guna menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat terkait ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

"Jadi kalo pemerintah sekarang cuma menargetkan tahun ini 8.000. Rasanya akan lebih banyak lagi. Kita yakin itu. Apalagi orang Jakarta (pengguna mobil listrik) sekarang itu bebas ganjil genap. Wah, itu luar biasa sekali. Banyak orang yang beli mobil listrik tujuan awalnya itu (bebas ganjil genap). Pasti, ah saya bisa kemana saja everyday," ujarnya saat ditemui di Kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (2/8).

Tak hanya bebas ganjil genap, Diksi juga mengatakan bahwa pemerintah sudah mendukung ekosistem kendaraan listrik dengan memberi sejumlah insentif fiskal lain. Seperti, potongan PPN 11 persen.

Hal-hal itu lah kemudian yang melandasi PT Haleyora Power sebagai penyedia Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bersama dengan ABB, perusahaan global di bidang elektrifikasi bekerja sama untuk mengembangkan infrastruktur pengisi daya kendaraan listrik di Indonesia.

Diksi mengungkapkan, dalam kerja sama tersebut pihaknya akan melakukan pengembangan layanan perangkat pengisi daya kendaraan listrik (charger) studi komprehensif, penyediaan charger. Lalu, pengembangan kompetensi personel dan pendirian pusat layanan (service center) termasuk dukungan purna jual charger.

Kerja sama ini juga dilakukan guna mendukkung rencana Pemerintah yang menargetkan sejumlah 2,1 juta motor listrik dan 20 ribu kendaraan listrik sudah beroperasi pada 2025.

"Peningkatan jumlah kendaraan listrik tersebut tentu harus dibarengi dengan infrastruktur pendukung seperti layanan pengisian daya," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah DKI Jakarta memberikan insentif mobil listrik berupa bebas ganjil genap saat melintas di jalur yang telah ditentukan. Jalur ganjil genap tujuannya untuk mengurangi kemacetan serta mengurangi pencemaran akibat emisi gas buang dari kendaraan.

Namun, ganjil genap tidak berlaku bagi mobil listrik. Aturan ini tertuang dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore