Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Juni 2023 | 02.47 WIB

Gubernur BI Prediksi Rupiah Menguat Tahun Depan, Ini Empat Alasannya

Gubernur BI Perry Warjiyo. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) memprediksi bahwa rupiah akan menguat pada tahun 2024. Optimisme ini berlandaskan empat alasan, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi hingga masih menariknya investasi portofolio.
 
Hal ini sebagaimana disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI serta Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Gubernur BI, Ketua DK OJK dalam agenda Pengambilan Keputusan mengenai Asumsi Dasar dalam Pembicaraan Pendahuluan RAPBN TA 2024.
 
 
"Bahwa kami meyakini tahun depan secara rata-rata rupiah akan lebih kuat dari tahun ini," kata Perry Warjiyo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (8/6).
 
Perry membeberkan ada empat hal yang membuat dirinya optimistis bahwa nilai tukar rupiah akan menguat pada tahun politik mendatang. Pertama, pertumbuhan lebih tinggi; kedua, inflasi tetap terkendali.
 
 
Lalu ketiga, kondisi neraca pembayaran defisit transaksi kredit juga masih rendah dan keempat imbal hasil dari Surat Berharga Negara (SBN) ataupun aset keuangan terus menarik.
 
"Sehingga kami meyakini bahwa aliran modal asing tidak hanya PMA dari hilirisasi tetapi juga dari investasi portofolio," bebernya.
 
Oleh karena itu dari penjelasan sebelumnya, kata Perry, Rupiah diperkirakan akan menguat jika saat ini kisarannya Rp 14.800 sampai Rp 15.200. Maka tahun depan menjadi Rp 14.600 sampai Rp 15.100. Tetapi, Perry meyakini dalam perumusan APBN tentu saja ada suatu kecenderungan bahwa angka-angka titik tengahnya itu lebih tinggi dari yang angka titik tengahnya Bank Indonesia.
 
 
"Adapun titik tengahnya Bank Indonesia, yaitu Rp 14.600 sampai Rp 15.100 itu adalah Rp 14.800. Tetapi kalau Ibu Menteri dan Pemerintah ingin memiliki titik tengah yang lebih tinggi barang kali titik tengahnyanya, yaitu Rp 14.700 sampai Rp 15.200 masih sejalan dengan pandangan kami bahwa rupiah akan menguat dan memberikan ruangan untuk pemerintah untuk memilih titik tengah lebih tinggi dari BI," jelasnya.
 
Sementara itu, sesuai dengan hasil kesepakatan Pemerintah dan DPR sesuai dengan usulan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2024, nilai tukar Rupiah ditetapkan sebesar Rp 14.700 sampai 15.200 per Dolar Amerika Serikat.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore