Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 April 2026, 19.21 WIB

Cadangan Devisa RI Turun ke USD 148,2 Miliar Akhir Maret 2026, Efek Bayar Utang dan Stabilkan Rupiah

Ilustrasi Bank Indonesia - Image

Ilustrasi Bank Indonesia

JawaPos.com – Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa Republik Indonesia (RI) mengalami penurunan menjadi sebesar USD 148,2 miliar pada akhir Maret 2026.

Angka itu tercatat turun dibandingkan posisi akhir Februari 2026 yang mencapai USD 151,9 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa penurunan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

Di antaranya pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, devisa juga ditopang oleh penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan dari sektor pajak dan jasa.

"Ini dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah dan penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah," kata Ramdan Denny dalam keterangannya, Rabu (8/4).

Lebih lanjut, Ramdan menyampaikan bahwa langkah stabilisasi nilai tukar merupakan respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.

Meski mengalami koreksi, posisi cadangan devisa Indonesia dinilai masih sangat memadai.

BI mencatat, cadangan tersebut setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Angka ini jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran 3 bulan impor.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore