
SOROTI KINERJA MENTERI: Jokowi menyampaikan arahan kepada para menteri dan kepala lembaga saat sidang kabinet paripurna pada 18 Juni lalu. (YOUTUBE SEKRETARIAT PRESIDEN)
JawaPos.com - Presiden RI Joko Wododo (Jokowi) mengatakan, bukan perkara mudah mengendalikan wabah Covid-19, tetapi perekonomian tetap berjalan. Pandemi telah membuat banyak kegiatan ekonomi menjadi sulit.
"Kita tahu semuanya keadaan sekarang adalah keadaan yang tidak mudah. Keadaan yang sangat sulit bagaimana mengendalikan Covid-19 dan ekonomi ini supaya berjalan beriringan, bukan hal yang mudah," ujarnya melalui virtual, Kamis (23/7).
Menurut Jokowi, dinamika berubah begitu cepat. Tiap bulan muncul kondisi baru yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.
Jokowi menyampaikan, setiap bulan dirinya berkomunikasi dengan Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mengetahui kondisi ekonomi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. "3 bulan yang lalu saya telpon kepada managing directornya IMF, dia mengatakan kepada saya, Presiden Jokowi kemungkinan tahun ini ekonomi global akan minus 2,5 dari yang sebelumnya 3 sampai 3,5 plus. sekarang diperkirakan tahun ini minus 2,5 persen," ungkapnya.
Namun, keadaan berubah sebulan berikutnya. IMF mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan tumbuh minus 5 persen.
Kemudian, dua minggu yang lalu dirinya mendapat kabar dari OECD bahwa perekonomian ekonomi dunia kemungkinan akan terkontraksi 6 persen -7,6 persen.
"Gambaran apa yang ingin saya sampaikan? bahwa setiap bulan selalu berubah-ubah. Sangat dinamis dan posisinya tidak semakin mudah, tetapi semakin sulit. Minus 2,5 ganti sebulan berikutnya minus 5 persen. Satu bulan berikutnya minus 6 sampai minus 7,6 persen," ucapnya.
Berdasarkan kabar terakhir dari OECD, terlihat di beberapa bahwa pertumbuhan ekonomi semua negara akan terkoreksi. Perancis akan tumbuh -17 persen, Inggris -15 persen, Jerman -11 persen, Amerika Serikat -9,7 persen, Jepang -8,3 persen, sedangkan Malaysia -8 persen.
"Bayangkan, isinya hanya minus, minus minus, minus, minus. Dan minusnya itu adalah dalam posisi yang gede-gede seperti itu," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Jokowi menambahkan, Indonesia sendiri masih mencapai pertumbuhan positif pada kuartal-I meski terjadi koreksi cukup dalam dibandingkan periode sama pada tahun-tahun sebelum pandemi. Yang biasanya bisa mencapai 5 persen, kemarin hanya tumbuh 2,97 persen.
"Tapi di kuartal-II kita sudah akan jatuh minus. Kita harus ngomong apa adanya. bisa -4,3 persen sampai -5," tuturnya.
https://www.youtube.com/watch?v=mYUh7Pj-tNw

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
