Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Mei 2022 | 21.34 WIB

Sri Mulyani Perkirakan Inflasi Cenderung Bertengger di Angka 4 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Gilang Galiartha/Antara - Image

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Gilang Galiartha/Antara

JawaPos.com - Pemerintah menyampaikan bahwa inflasi akan mengalami lonjakan di tengah kondisi yang tidak menentu ini. Pasalnya, gejolak geopolitik yang terjadi menimbulkan melonjaknya harga sejumlah komoditas.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa inflasi cenderung bergerak ke angka 4 persen pada 2022. Realisasi itu lebih tinggi dari 2021 yang di bawah 2 persen.

"Inflasi kita mungkin akan lebih di upper end dari 3+-1, cenderung 4 persen. Sekarang ada di 3,47 yoy (year on year)," ungkapnya dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Kamis (19/5).

Lonjakan inflasi ini pun, kata dia, akan berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi nasional. Sebab, ini akan mengganggu daya beli masyarakat karena harga komoditas yang tidak dikendalikan dengan tepat.

"Pertumbuhan ekonomi akan mengalami tekanan karean inflasi dan suku bunga," ucapnya.

Untuk tingkat bunga SUN 10 tahun saat ini juga telah berada di atas 7 persen karena perkembangan kondisi global. Pemerintah sendiri memperkirakan suku bunga SUN 10 tahun akan berada di kisaran 6,85 sampai 8,42 persen.

Kemudian untuk nilai tukar Rupiah menurutnya masih cukup stabil, meski akan mengalami pelemahan jika dibandingkan dengan perkiraan APBN 2022, yakni pada rentang Rp 14.300-Rp 14.700.

"ICP USD 99 per barel average dan end sekarang di atas USD 102,5 per barel," tutup Menkeu.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore