
Pedagang saat memotong daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, Minggu (17/5/2020). Sejumlah pedagang menyatakan permintaan daging sapi menjelang Idul Fitri mulai meningkat hingga 50 persen daripada hari biasa sehingga mengakibatkan harga naik dari rata-rata
JawaPos.com - Para pedagang daging sapi, khususnya di wilayah Jabodetabek, resah. Harga jual daging sapi melambung. Dari level pemasok, harga naik Rp 10.000–Rp 12.000 per kilogram. Para pedagang pun terpaksa menaikkan harga jual di tengah permintaan yang masih belum normal seperti sekarang.
Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri tak menampik adanya rencana untuk mogok jualan. Dia mengaku paham dengan situasi yang memang tidak menguntungkan pedagang.
"Apalagi saat pandemi ini, daya beli turun. Berat untuk pedagang karena permintaan juga pasti turun," ujarnya Selasa (19/1).
Menurut Mansuri, kenaikan harga daging sapi terjadi tiap tahun. Sebelum-sebelumnya, para pedagang juga mengancam mogok jualan. Karena itu, dia berharap pemerintah turun tangan.
"Memang biasanya setiap Januari setelah Natal dan tahun baru itu harga daging tinggi. Ritme tahunan ini harus ditelusuri," tegasnya.
Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Asnawi menyatakan bahwa para pedagang di Jabodetabek berencana mogok jualan mulai hari ini (20/1). Aksi itu akan berlangsung sampai Jumat (22/1).
"Kenaikan sangat tinggi. Tidak mungkin pedagang menaikkan harga di tengah kondisi seperti ini," ujarnya.
Asnawi menyatakan bahwa jika dituruti, harga jual daging sapi di pasaran akan mencapai Rp 130.000 per kilogram. Sebab, harga dari pemasok naik Rp 10.000–Rp 12.000 per kilogram dari yang semula Rp 115.000.
"Artinya, harga beli menjadi Rp 125.000 sampai Rp 127.000 per kilogram. Dan, pedagang akan menjual mulai Rp 130.000 per kilogram," paparnya.
Dia mengaku tidak mengerti alasan naiknya harga daging sapi. Apalagi, pemerintah sudah memastikan bahwa tidak ada kendala dari sisi pasokan maupun rantai distribusi.
"Harapannya, ada solusi konkret. Khususnya berupa intervensi pemerintah dalam menstabilkan harga daging sapi di pasar," tegasnya.
Selasa (19/1) Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengundang pedagang, importir, dan berbagai asosiasi terkait untuk membahas harga daging sapi. Namun, belum ada keterangan resmi tentang hasil pertemuan tersebut.
https://youtu.be/Qeryqy5TDCg

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
