Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juni 2026 | 02.25 WIB

Dampak Kenaikan Harga Pertamax akan Mulai Terasa meski Tak Signifikan, ini Hitungan CORE

Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Menteng, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Menteng, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, menilai penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi pada 10 Juni berpotensi membuat inflasi Indonesia akan naik pada bulan Juni.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, mengatakan, pihaknya sudah menghitung dampak kenaikan harga Pertamax pada inflasi bulan Juni 2026.

"Dari 0,3 persen sampai 0,4 persen. Kita prediksikan memang tidak sampai 1 persen," ujar Faisal saat ditemui di Kantor CORE Indonesia, Jakarta, Kamis (18/6).

Faisal mengatakan, kenaikan inflasi yang terjadi akibat penyesuaian harga BBM nonsubsidi tidak akan terlalu besar jika dibandingkan penyesuaian harga BBM subsidi pada tahun 2022 yang menyentuh 1 persen.

Lanjutnya, kenaikan BBM nonsubsidi memang sudah seharusnya terjadi karena gejolak ekonomi global yang menyebabkan harga minyak dunia melonjak signifikan dalam beberapa bulan terakhir sebelum kembali ke level USD 70 per barel.

"Nah, I think kedepan itu sudah mestinya karena Pertamaks atau non-subsidi itu dia floating," ucapnya.

PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026. Kebijakan tersebut dilakukan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan melalui mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujar Roberth.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore