
Foto arsip yang diambil dari helikopter Kyodo News pada 13 Desember 2025 memperlihatkan Menara Tokyo (Tokyo Tower) dan deretan gedung pencakar langit di pusat Kota Tokyo, Jepang. (Kyodo)
JawaPos.com – Inflasi Jepang bertahan di level 1,4 persen pada Mei 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan harga konsumen berhasil ditekan meski harga minyak dunia menghadapi tekanan akibat konflik yang memanas di Timur Tengah.
Seperti dilansir Kyodo, Jumat (19/6), angka inflasi inti tersebut sama dengan capaian April. Ini juga menjadi bulan keempat berturut-turut inflasi Jepang berada di bawah level 2 persen.
Data Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) inti, yang tidak memasukkan harga bahan makanan segar yang berfluktuasi, naik 1,4 persen secara tahunan. Sementara inflasi inti-inti atau core-core CPI, yang mengecualikan energi dan bahan makanan segar, meningkat 1,8 persen.
Salah satu faktor utama yang menahan inflasi adalah turunnya biaya energi. Harga energi tercatat turun 2,5 persen dibanding tahun sebelumnya setelah pada April turun lebih dalam sebesar 3,9 persen.
Harga bensin menjadi penyumbang terbesar penurunan tersebut. Berkat program subsidi pemerintah, harga bensin turun 7 persen dibanding tahun lalu.
Sejak pertengahan Maret, pemerintah Jepang memberikan subsidi kepada perusahaan distribusi minyak untuk menjaga harga eceran bensin tetap berada di kisaran 170 yen per liter atau sekitar Rp 18.870 per liter (1 yen sekitar Rp 111). Kebijakan itu juga diperkuat oleh berakhirnya pajak sementara bahan bakar pada Desember lalu.
Selain bensin, tarif listrik juga turun 2,4 persen. Penurunan biaya energi membantu meredam tekanan harga yang berasal dari sektor lain.
Harga makanan tanpa memperhitungkan bahan pangan segar masih naik cukup tinggi, yakni 3,5 persen. Namun laju kenaikannya melambat dibanding April yang mencapai 4,1 persen dan menjadi perlambatan inflasi pangan selama 10 bulan berturut-turut.
Kabar baik juga datang dari harga beras. Untuk pertama kalinya sejak November 2022, harga beras turun 4,9 persen dibanding tahun sebelumnya.
Meski harga beras masih relatif tinggi, pemerintah menyebut meningkatnya stok cadangan mulai membantu menekan kenaikan harga. Sebaliknya, beberapa komoditas lain masih mengalami tekanan, seperti biaya pengecatan bangunan yang melonjak 4,7 persen akibat mahalnya bahan baku.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
