
VP Strategic Regional Head Central and East Java Gojek Delly Nugraha sewaktu ditemui di Go-Food Festival Kampoeng Tugu, Kota Jogjakarta, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Kamis (21/2).
JawaPos.com - Go-Jek disebut-sebut sebagai salah satu dari empat unicorn yang ada di Indonesia. Yakni sebuah startup atau perusahaan rintisan yang bernilai di atas USD 1 miliar atau setara Rp 14,1 triliun.
Terkait hal tersebut Go-Jek melalui VP Strategic Regional Head Central and East Java Go-Jek, Delly Nugraha memberikan tanggapan bahwa julukan itu bukan pihaknya yang menyempatkan. "Julukan unicorn itu bukan kami yang menyematkan. Tapi apa yang kami inginkan, yang kami sumbangkan ke Indonesia. Bertujuan untuk hajat hidup orang Indonesia," katanya, saat ditemui di Go-Food Festival Kampoeng Tugu, Kota Jogjakarta, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Kamis (21/2).
Ia mengatakan, Go-Jek mendukung ekonomi sosial dan ekonomi digital di Indonesia. Go-Jek sendiri selalu mem-branding perusahaan berbasis teknologi penyedia layanan mobile on demand dan pembayaran digital.
"Poin pertama adalah mendukung ekonomi sosial dan ekonomi di Indonesia dan branding itu merupakan suatu titel yang pas," katanya.
Lanjutnya, inovasi teknologi apapun yang telah dilakukan bagaimanapun supaya bisa membantu ekonomi Indonesia. Sedangkan poin kedua adalah bagaimana menjaga mitranya agar selalu dalam kondisi baik. "Dalam kondisi baik dan secara ekonomi menjanjikan," katanya.
Dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com, sejak aplikasinya diluncurkan pada 2015, Go-Jek terus memberdayakan sektor informal dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia melalui teknologi.
Go-Jek kini telah berkembang pesat menghadirkan berbagai bisnis dan layanan untuk memenuhi beragam kebutuhan jutaan masyarakat Indonesia setiap harinya. Menyediakan 19 ragam layanan mulai dari transportasi, pesan-antar makanan, belanja keperluan harian, pijat, membersihkan rumah, hingga logistik serta 1 e-money (pembayaran uang elektronik) dan 1 program loyalitas pelanggan.
Riset yang dilakukan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Indonesia pada 2017 yang melibatkan lebih dari 7.500 responden di 9 kota di Indonesia, Go-Jek telah memberikan kontribusi bagi Indonesia. Yakni berkontribusi USD 658 juta atau sekitar Rp 9,9 triliun setiap tahun ke perekonomian Indonesia.
Kemudian berkontribusi sebesar USD 546 juta atau sekitar Rp 8,2 triliun dari penghasilan Mitra Pengemudi. Serta Rp 1,7 triliun (USD 113 juta) dari penghasilan Mitra UMKM.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
