
Pekerja menyulam masker covid di workshop adrie basuki, bogor, Jawa Barat, Kamis (29/7/2020). Masker covid didesain sesuai permintaan konsumen dan dijual seharga Rp60rb. Dalam sebulan workshop Adrie Basuki sanggup menjual masker sebanyak 500 buah. Foto:
JawaPos.com - Merespons wabah Covid-19 yang tak kunjung usai, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) memulai Gerakan Maskerisasi Desa. Menteri Desa-PDTT Abdul Halim Iskandar menuturkan, pengadaan masker untuk desa ini bersumber baik dari dana desa maupun gotong-royong iuran warga mampu di desa.
"Gerakan ini sebagai upaya mewujudkan Desa Aman Covid-19. Kalau dulu ada Desa Tanggap Covid-19, sekarang Desa Aman Covid-19," katanya dalam konferensi pers virtual, Selasa (4/8).
Guna menciptakan Desa Aman Covid-19, ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama, penggunaan masker. Kedua, mencuci tangan baik dengan sabun dan air mengalir ataupun hand sanitizer.
Ketiga, kepatuhan menjaga jarak untuk mencegah penyebaran Covid-19. Halim menuturkan, pekan ini kementerian fokus pada pengadaan masker.
"Bikin sebanyak-banyaknya masker, kalau bisa dikasih lambang HUT ke-75 RI," ungkapnya.
Masker yang sudah diproduksi kemudian didistribusikan ke warga desa oleh anggota PKK. Halim menambahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan arahan kepada Kemendagri dan Tim Penggerak PKK untuk melakukan Gerakan Maskerisasi Desa di level desa hingga kabupaten.
"Ini kita harus fokus. Sehingga sebagian kecil dana desa bisa digunakan untuk pengadaan masker. Fokusnya dibagikan ke keluarga miskin, penganggur, dan kelompok marjinal lainnya," pungkasnya.
Berdasarkan data Kemendes-PDTT, hingga Senin (3/8) kemarin, dana desa yang digunakan untuk program Desa Tanggap Covid-19 mencapai Rp 3,17 triliun. Angka ini sekitar 8 persen dari jumlah dana desa tahap 1 yang sudah disalurkan, yang sebesar Rp 42,24 triliun.
Dana tersebut telah digunakan untuk sosialisasi hidup sehat/lawan Covid-19 di 59.106 desa, penyediaan tempat cuci di ruang publik di 55.997 desa, serta penyemprotan disinfektan di 57.141 desa.
Selain itu, dana Rp 3,17 triliun itu juga diperuntukkan pendirian pos relawan di 56.434 desa, pendirian pos gerbang desa di 50.845 desa, juga pendirian tempat isolasi di 21.289 desa. Kemudian untuk pendataan pemudik/pendatang di 50.845 desa, pendataan masyarakat rentan sakit di 37.638 desa, pengadaan masker di 39.683 desa, serta pengadaan relawan Desa Lawan Covid-19 di 64.914 desa.
https://www.youtube.com/watch?v=C96X_-4-4Cg
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022