
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti berbagi kisah inspiratifnya pada anak-anak muda dalam diskusi
JawaPos.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti menyampaikan, kepempimpinan yang kuat (strong leadership) dan arah politik yang jelas (political goodwill) sangat menentukan keberhasilan pembangunan laut Indonesia. Kedua kunci itu akan menjadi panduan bagi penegakan hukum di laut.
"Kalau strong itu akan diikuti, satu suara. Saya tahu, walaupun yang main-main di bawah itu ada, tapi sepinya pencurian itu karena top leadership dibaca dunia. No chance main-main. Go away!" kata dia dalam diskusi pekan lalu.
Susi menegaskan, Illegal, Unreported, and Unregulated (IUUF) Fishing merupakan aktivitas ilegal yang sangat berbahaya. Lebih lanjut dia mengatakan, ada kegiatan atau tindak kriminal lain dalam aktivitas penangkapan ikan di laut tersebut.
Susi menyebut, dalam kegiatan transhipment, yang dipertukarkan di tengah laut bukan hanya ikan, tetapi juga minyak. Dari penyelidikan yang pernah dilakukan, ada pula aktivitas perbudakan (human trafficking) dan perdagangan hewan langka/terancam punah (endangered species animal trade).
"Jadi, bukan cuma ikan. Mereka juga dari Indonesia, ambil kura-kura, ambil burung, ambil kulit buaya, dan lain-lain. Dan mereka masuk ke Indonesia bawa barang-barang ilegal. No customs declaration. Secara ekonomi ini sangat, sangat berbahaya untuk sovereign country," jelasnya.
Dalam kesempatan sama, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria menuturkan, ada banyak versi tentang kerugian ekonomi yang ditimbulkan dari aktivitas IUUF. Sebuah sumber menyebutkan, nilai aktivitas IUUF di laut lepas mencapai USD 1,2 miliar per tahun.
Jika kegiatan IUUF yang terjadi di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dimasukkan, maka angka estimasinya menjadi USD 10-23,5 miliar per tahun. Sekitar 11-26 juta ton ikan hilang akibat pencurian ikan ilegal, atau rata-rata 18 persen dari seluruh usaha perikanan tangkap di dunia.
"Indonesia kehilangan sekitar USD 3 miliar per tahun akibat IUUF," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
