
Ilustrasi: drone menjadi salah satu alat yang dipakai untuk menghitung produksi beras nasional.
JawaPos.com - Teknologi memang bisa membuat banyak hal jadi lebih presisi dan akurat. Tak terkecuali dalam bidang pertanian yang selama ini dihadapkan dengan tantangan akurasi data.
Padahal, kebijakan-kebijakan bidang pertanian tentu butuh basis data yang akurat, presisi, dan bisa dipertanggungjawabkan. Sekali lagi, teknologi bisa jadi solusi.
Menurut saya, yang harus dibenahi adalah akurasi data luas lahan dan data produktivitas. Dua hal itu jadi kunci utama pembenahan data pertanian. Luas lahan memang bisa menggunakan data citra satelit tingkat tinggi. Misalnya, yang telah dilakukan instansi pemerintah seperti Lapan.
Tapi, yang perlu menjadi catatan penting adalah: data luas lahan itu harus spasio temporal, diambil secara berkala. Usul saya, pengambilan berkala untuk luas lahan itu setidaknya tiap tahun. Tidak perlu per bulan. Karena ini juga berkaitan dengan anggaran. Beda dengan penghitungan produktivitas lahan yang perlu dihitung atau dicek secara bulanan.
Saat ini teknologi yang bisa dipergunakan adalah drone dengan kamera sensor inframerah. Prinsipnya, sensor itu akan menangkap nir infrared yang tidak dipergunakan saat tumbuhan, seperti padi, berfotosintesis. Kemudian, melalui proses olah digital, dibentuk menjadi gambar peta yang menghasilkan NDVI, normalized difference vegetation index. Maka, kita akan tahu mana padi yang sakit dan sehat. Nah, itu salah satunya berkaitan dengan tingkat produktivitas tanaman.
Dengan menggunakan drone, cakupan wilayah yang luas bisa lebih mudah dijangkau. Dengan demikian, data-data bisa dikumpulkan dalam waktu yang lebih singkat. Namun, teknologi menurut pikiran saya tentu bukan Superman. Tetap manusianya yang harus mampu menguasai teknologi itu. Artinya, sumber daya manusia Indonesia harus terdidik. Jadi, mestinya tidak ada pembatasan yang malah membuat masyarakat umum menjadi takut menggunakan teknologi. Padahal, kunci dari teknologi adalah kemandirian. Saya beberapa kali mengajari masyarakat memanfaatkan teknologi seperti drone untuk kepentingan menjaga lahan adat mereka.
Masyarakat perlu dilibatkan dalam pendataan pertanian. Tapi, mereka tetap diberi pelatihan yang cukup. Apalagi, sekarang sudah ada peranti telepon seluler yang dilengkapi GPS. Tentu sangat membantu dalam pemetaan di bidang pertanian.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Start P7 di Sirkuit Assen! Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Crash di Practice Moto3 Belanda 2026
